Cara Mendapatkan ISBN untuk Buku

Ruangan itu hanya sekitar 4 x 5 meter, namun penuh dengan komputer. Para petugas yang berseragam abu-abu sibuk mengotak-atik komputer. Tampak salah seorang lelaki dengan sopan menyodorkan foto copy halaman depan bukunya untuk mengurus ISBN bukunya yang akan diterbitkan secara self-publishing. Ratna, begitu nama petugas tersebut, dengan ramah melayani pertanyaan yang disampaikan. Sekitar 15 menit, lelaki itu duduk menunggu dan kemudian mendapat panggilan untuk menandatangni secarik kertas. Dia juga menyodorkan uang 25 ribu rupiah sebagai biaya administrasi dan ISBN bukunya pun kelar sudah. Demikianlah ilustrasi suasana di lantai 2 Perpustakaan Nasional.

Masih banyak orang yang bingung bagaimana cara mengurus ISBN. Padahal sebenarnya sangat mudah dan simple. Cukup 15 menit (kalau tidak ngantri) ISBN sudah ada di tangan. Caranya, datang langsung ke Perpustakaan Nasional Jl. Salemba Raya 28A Jakarta 10430 dan masuk ke lantai 2. Tepat di depan pintu lantai dua terletak kantor pengurusan ISBN. Kita tinggal meminta formulir dan mengisinya sesuai dengan buku yang akan diterbitkan. Selain itu, kita perlu menyodorkan foto copy halaman depan buku yang berisi back title (judul, nama penulis, nama penerbit, cetakan ke berapa), pengantar penulis/penerbit, pendahuluan bab buku, dsb. Setelah itu cukup tunggu sebentar dan kita akan diminta untuk membayar uang administrasi 25 ribu rupiah/judul buku yang diajukan.

Adapun alamat lengkap Perpustakaan Nasional adalah di Jl. Salemba Raya 28A Jakarta 10430 Kotak Pos 3624 Jakarta 10002 Telp. 021-3922669, 3922749, 3922855, 3923116, 3923867, sedangkan situsnya di www.pnri.go.id.

Add comment Mei 13, 2008

Lowongan Desain Grafis di Lestari Books

Penerbit Al-Qur`an Tajwid & Buku-Buku Islam membutuhkan :

GRAPHIC DESIGN
- Pria/Wanita maks 28 th
- Pendidikan min S1
- Pengalaman min 2 tahun di bidang penerbitan buku-buku Islam
- Mempunyai kemampuan di Photoshop, Illustrator, Corel draw, Freehand
- Mengetahui website design dan web programming
- Tidak merokok
- Harus lampirkan portfolio

Kirimkan CV+Foto ke :

Lestari Books
Jl. Samanhudi No.6
Jakpus 10710
Telp : 021-3523456
Fax : 021-3522525
Email: mayaplus@cbn.net.id / alquranku@cbn.net.id

Thanks and regards,

Lucy

Add comment Mei 10, 2008

Lowongan di Penerbit Ufuk Press

Berikut ini lowongan pekerjaan yang tertera di milis buku-islam:

Ufuk Press, a young fast growing publishing company, needs a highly motivated and professional person to be positioned as
FINANCE STAFF
1. Female, good looking, single, having good interpersonal skill with age max 26 years old
2. Min D3 in accounting or finance.
3. Experience min. 1 years, fresh graduate are welcome to apply
4. Computer literate
5. Understanding Accurate Accounting software is an advantage
6. Have knowledge in bank transaction & cash flow report
Please send your full application CV and recent photograph to :
HRD & GA Departement
PT Cahaya Insan Suci
Jl. Warga 23 A Pejaten Barat, Ps.Minggu, Jakarta Selatan, 12510

or

info_ufukpress@ yahoo.co. id
ade.cds@gmail. com

Add comment Mei 10, 2008

LOWONGAN EDITOR DI PENERBIT HIKMAH

Berikut ini ada lowongan yang dipajang di milist buku-islam:

Penerbit Hikmah (Kelompok Mizan) mencari editor buku Agama dengan kriteria:

1. Minimal S1, semua jurusan
2. Diutamakan yang memiliki pengalaman di dunia perbukuan
3. Mampu bekerja secara tim, kreatif, energik, inovatif, dan siap bekerja dalam tekanan
4. Memiliki kepekaan pasar dan jaringan luas ke sumber-sumber naskah
5. Mampu menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar
6. Menguasai bahasa Arab dan Inggris lisan maupun tulisan

Lamaran dikirim ke:
Gedung MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya No. 72 Cilandak Barat Jakarta Selatan, Indonesia 12430 atau dikirin ke hikmahku@cbn. net.id

Add comment Mei 10, 2008

EDITOR PEMEROLEHAN (ACQUIRING EDITOR)

Diambil dari tulisan Bambang Trim di milist editor Indonesia:

Editor pemerolehan yang merupakan padanan dari
acquiring editor adalah sebuah harapan bagi penerbit
guna meniscayakan ketersediaan naskah. Naskah
merupakan bahan baku utama dalam proses penerbitan dan
sumbernya adalah para penulis serta pengarang. Karena
itu, beberapa penerbit yang berorientasi pada jangka
panjang membentuk Bank Naskah sebagai lembaga stok
naskah.

Sebegitu susahkah naskah dicari sehingga diperlukan
komitmen dan kerja khusus untuk mendapatkannya? Mari
kita tilik empat usaha penerbit dalam mendapatkan
naskah.
1. Usaha pasif yaitu usaha menunggu kiriman naskah
dari penulis/pengarang. Naskah yang diterima biasa
disebut unsolicited atau naskah yang tidak
direncanakan terbit.
2. Usaha aktif yaitu usaha mencari dan menelusuri
sumber-sumber naskah secara langsung. Naskah yang
diterima biasa disebut solicited atau naskah yang
sudah direncanakan sebelumnya.
3. Work-Made-for- Hire yaitu usaha mengadakan naskah
dengan melibatkan internal penerbit, misalnya editor
yang diminta untuk menulis topic tertentu.
4. Usaha penerjemahan yaitu usaha mengalihbahasakan
buku-buku yang sudah terbit di luar negeri.

Usaha pertama sudah banyak ditinggalkan oleh beberapa
penerbit besar karena pasif menunggu tidak menjamin
bisa memperoleh naskah yang diharapkan. Kerapkali
naskah yang datang secara tidak diundang adalah
naskah-naskah “sampah” yang malah merepotkan
redaksi untuk mengembalikannya.

Usaha kedua dan seterusnya adalah usaha yang kini
paling relevan untuk dilakukan di tengah ketatnya
persaingan mendapatkan naskah antarpenerbit. Untuk
itu, penerbit yang proaktif mendapatkan naskah
memerlukan kerja seorang editor pemerolehan atau
acquiring editor.

Dalam hal ini seorang acquiring editor memang harus
berjibaku memenuhi target kuantitas pemerolehan
naskah. Seorang editor pemerolehan haruslah seseorang
yang peka terhadap tren dan kecenderungan, punya
naluri seperti detektif atau wartawan, dan memiliki
jaringan luas. Dengan demikian, ia bisa bergerak
lincah setiap hari menelusuri sumber-sumber naskah
yang tersembunyi.

Berikut adalah jaringan pengadaan naskah yang perlu
dikuasai oleh seorang editor pemerolehan:
1. jaringan selebritis untuk mendapatkan naskah
biografi, autobiografi, refleksi, maupun keterampilan
hidup;
2. jaringan pejabat publik untuk mendapatkan naskah
biografi, autobiografi, kebijakan publik, refleksi;
3. jaringan akademisi untuk mendapatkan naskah buku
teks, pendidikan, biografi, autobiografi, penelitian;
4. jaringan jurnalis/media massa untuk mendapatkan
naskah informasi, peristiwa, pengetahuan praktis,
ataupun keterampilan hidup;
5. jaringan profesional untuk mendapatkan naskah
motivasi, kepemimpinan, manajemen, pengalaman, dan
keterampilan hidup.
6. jaringan pengusaha untuk mendapatkan naskah kiat,
entrepreneurship.
7. jaringan intelektual/ cendekiawan untuk mendapatkan
naskah refleksi, biografi, autobiografi, penelitian,
dan pendapat.
8. jaringan rohaniawan untuk mendapatkan naskah
spiritual, pencerahan, biografi, autobiografi.
9. jaringan sastrawan untuk mendapatkan naskah puisi,
novel, cerpen, dan drama.

Untuk menguasai jaringan tersebut, seorang editor
pemerolehan harus proaktif menguasai berbagai
sumber-sumber informasi seperti berikut ini:
1. media massa cetak yang harus dibaca setiap hari
yang meliputi koran nasional serta majalah berita
ataupun majalah spesifik yang relevan;
2. internet dengan mengunjungi situs-situs yang
relevan serta juga ikut dalam milist-milist relevan
atau juga mengadakan situs maupun blog sendiri;
3. buku-buku best seller ataupun buku-buku karya
penulis yang akan diincar untuk dimintai naskah;
4. katalog-katalog penerbit, baik dari dalam negeri
maupun dari luar negeri;
5. seminar/pelatihan/ lokakarya yang pantas untuk
diikuti guna memburu para narasumber untuk menulis
naskah.

Cara kerja proaktif ini memerlukan perencanaan yang
matang dari seorang editor pemerolehan. Sebuah
perencanaan pengadaan naskah hendaknya diikuti dengan
GAGASAN TOPIK/JUDUL, PROFIL NARASUMBER YANG TEPAT,
PROFIL PENULIS PENDAMPING (APABILA DIBUTUHKAN), serta
MOMENTUM PENERBITAN.

Dalam hal ini seorang editor pemerolehan juga mutlak
harus memahami:
1. jenis-jenis naskah, yaitu fiksi, nonfiksi, dan
faksi;
2. jenis-jenis kerangka (outline), yaitu tahapan,
butiran, aliran, dan tanya-jawab.

***

Kriteria seperti yang disebutkan sebelumnya memang
tidak gampang dilakoni seorang editor pemula. Akan
tetapi, bukan sesuatu yang juga tidak bisa dikuasai.
Kegigihan seorang editor untuk mau belajar dan
berusaha adalah kunci bagi peningkatan
profesionalitasnya di samping juga kunci bagi
kesuksesan penerbit. Karena itu, penerbit yang serius
mestinya menginvestasikan modal untuk peningkatan
profesionalitas editor lewat pembinaan, pelatihan, dan
pengarahan. Di sisi lain, editor yang serius juga
harus berani mengajukan diri sebagai orang yang pantas
menjadi kader penerbitan masa mendatang.

Bambang Trim
praktisi perbukuan nasional

Add comment Mei 6, 2008

Harga Kertas Melambung, Kenaikan Gaji pun Urung

Harga Kertas Melambung, Kenaikan Gaji pun Urung

Kertas merupakan komponen utama dalam bisnis penerbitan buku, sehingga jika harganya naik, tentu akan berakibat pada naiknya ongkos produksi dan menyebabkan harga buku juga akan naik. Akhir-akhir ini, kertas selain harganya bertambah mahal juga pasokannya mulai berkurang.

Harga kertas sekarang ini sudah naik 30 %, sedangkan komponen percetakan buku seperti tinta, film, dll juga naik sehingga ongkos cetak bertambah mahal. Akibatnya, perusahaan penerbitan harus melakukan langkah-langkah antisipatif menghadapi hal ini. Salah satunya adalah dengan menaikkan harga buku. Hampir semua buku (kecuali baru terbit) mengalami “rasionalisasi” harga, dari mulai 20% hingga 70%. Meskipun penerbit menyadari daya beli masyarakat menurun, akan tetapi kenaikan harga juga tidak bisa diabaikan mengingat cost yang naik.

Namun ada satu hal yang tidak mengenakkan dari kenaikan harga kertas ini. Salah satunya adalah ditundanya kenaikan gaji karyawan. Sedianya kenaikan gaji karyawan dilakukan setiap tahun. Namun karena situasi tidak memungkinkan, kata para manager dan direktur, sehingga kenaikan pun ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan J. Mungkin bagi karyawan yang sudah berpenghasilan besar hal ini tidak menjadi soal, akan tetapi bagi karyawan dengan gaji pas-pasan akan sangat berpengaruh dampaknya. Ibaratnya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit, apalagi dengan kenaikan harga sembako yang membumbung tinggi. Sementara mereka biasanya juga tidak punya penghasilan di luar, jadi yang diharapkan adalah “belas kasih” dari kebijakan para petinggi perusahaan untuk sedikit mengerti keluh kesah mereka.

Mudah-mudahan situasi seperti ini tidak lama berselang, semoga fajar cepat menjelang, dan mentari memancarkan sinarnya yang terang benderang. Akhirnya, kesabaran adalah hal yang harus dilakukan. Karena hakikatnya karyawan hanyalah seseorang yang dituntut terus berKARYA tanpa dapat melaWAN.

2 comments Mei 3, 2008

Editor Jalan-jalan ke Toko Buku? Harus!

Pesatnya pertumbuhan dunia buku di Indonesia, tak ayal membuat penerbit harus berlomba-lomba dalam hal inovasi produk. Buku, sekarang tidak hanya sekadar kertas yang “dimeriahkan” dengan aksara dan gambar. Akan tetapi sudah menjadi life style yang bukan saja dijadikan rujukan akan tetapi untuk meningkatkan status sosial. Muslimah tidak akan dianggap gaul, jika belum membaca Ayat-ayat Cinta. Remaja gaul belum dianggap melek informasi, jika belum menyimak Laskar Pelangi.
Ditambah lagi inovasi di bidang perbukuan dalam segi pengemasan, membuat penerbit harus melek informasi terhadap perkembangan terkini, jika tidak mau menjadi pecundang dalam “pertarungan” menarik simpati pembaca.
Sudah selayaknya penerbit, khususnya editor dan staf redaksi, mengagendakan jalan-jalan ke toko buku untuk melihat perkembangan dunia perbukuan saat ini. Dengan adanya jalan-jalan ini, akan membuka mata dan mengasah intuisi yang merupakan bagian termahal dari seorang editor. Sebab, sukses tidaknya produk yang dilempar ke pasar tidak akan terlepas dari sentuhan kreatif editor sebagai “juru masak” penerbit.
Kebetulan sekali, hari ini perusahaan tempat saya bekerja menggiatkan editornya untuk menghirup udara segar sekaligus menyedot energi untuk bisa ditransfer dalam proses kreatifnya sebagai “kuli aksara”.
Jalan-jalan ke toko buku Gramedia di Matraman dan Gunung Agung di Kwitang setidaknya memberi inspirasi untuk modal mengolah intuisi. Ternyata, pengemasan buku sudah sedemikian kreatif, terutama di toko buku Gramedia yang mendisplay buku-buku “berwajah unik” di tempat tersendiri.
Saya sempat membeli buku terbaru Bambang Trim yang covernya sangat inovatif. Buku yang bernuansa coklat dan menghadirkan titik-titik dengan teknik spot membuat buku ini kelihatan ciamik. Ada pula buku tentang pengalaman selebriti yang sudah (baru?) berjilbab dengan menyertakan CD dan dikemas dengan cover menarik.
Di toko Gramedia sendiri dengan telanjangnya memasang banner lelaki “telanjang” untuk mempromosikan komik yang menggelitik. Kalau tidak salah, komik ini bertengger di urutan teratas penjualan toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.
Jadi, apakah boss perusahaan perlu menjalan-jalankan editornya untuk berbelanja ilmu? Jawabnya, jika si boss ingin editornya semakin maju, maka jawabnya adalah harus!

Add comment April 30, 2008

FENOMENA PENERBITAN BUKU SAAT INI

Artikel ini ditulis oleh Bambang Trim dan diambil dari milist forumeditorindonesia:

FENOMENA PENERBITAN BUKU SAAT INI

Makin hari makin banyak saja yang berseteru soal
copyright. Makin lama makin penting EDITOR BUKU
menjaga unsur safety bagi penerbit tempatnya bernaung.
Editor selayaknya melek copyright dan peka terhadap
upaya-upaya pelanggaran copyright yang dilakukan
penulis, penerjemah, penerbit lain, ataupun penerbit
tempatnya bernaung akibat ketidaktahuan maupun
ketidakpedulian.

Baru-baru ini, saya pernah menggugat seorang
penerjemah yang menawarkan naskah dan mengaku telah
mendapatkan izin tertulis dari penerbit lewat e-mail.
E-mail yang dimaksud tidak pernah ada karena terbawa
di dalam laptop temannya (sesuatu yang gak masuk
akal). Lalu, setelah dia berargumentasi, saya setuju
membayar upah penerjemahan dan copyright dengan surat
pernyataan khusus tentang copyright. Tidak berapa lama
(feeling yang saya rasakan ada yang tidak beres), buku
tersebut diterbitkan oleh Hikmah dengan judul (saya
agak lupa) “Muhammad saw dalam Kitab Hindu, Budha, dan
Zoroaster”. Itulah buku yang diklaim, copyrightnya
sudah didapatkan dari penerbit di India. Saya hanya
mengembalikan sesuai dengan surat pernyataan sang
penerjemah tadi, dan meminta kembali sepenuhnya upah
yang telah kami bayarkan. Ketika diancam hendak
dimejahijaukan, barulah ia berusaha datang dan
menjelaskan kekeliruannya.

Beberapa tahun lewat, saya juga pernah menolak seorang
penulis buku model kumpulan tulisan (republishing
article) karya seorang pakar komunikasi. Sewaktu itu,
saya masih menjadi copyeditor di Penerbit Rosda. Saya
merasa pernah melihat tulisan yang diklaimnya belum
pernah terbit menjadi buku. Saya menggunakan
keterampilan mengoneksi memori, namun saya memutuskan
untuk memastikannya di toko buku Gramedia. Benarlah
saya menemukan buku di rak komunikasi dari pakar
tersebut yang berupa kumpulan tulisan juga. Buku itu
isinya mirip dengan yang ditawarkan si penulis tadi.
Hampir saja kecolongan.. ..

Penulis yang membajak ide orang lain? Juga bisa
terdeteksi dan terlihat dengan keterampilan atau
kecerdasan mengoneksi (connecting quotient) sang
editor. Apakah rekan-rekan editor pernah mengalaminya?
Apakah Anda pernah melatihkan kemampuan mengoneksinya
ini? Hal pertama yang harus dilakukan adalah juga
memahami banyak hal tentang copyright.

Editor memang sudah seharusnya melek copyright, bahkan
paham copyright agar benar-benar menjadi benteng
pertahanan kukuh dari penerbit. Perhatikan, apakah
editor paham tentang pernyataan hak cipta (copyright
notice) berikut ini?

“Hak cipta ada pada Penerbit.”
“Hak cipta ada pada Penulis. Hak penerbitan ada pada
Penerbit.”

Pengertian pertama berarti ada kemungkinan hak cipta
sudah dijual atau dialihkan sepenuhnya kepada penerbit
sehingga Penerbit disebut juga pemegang hak cipta.
Pencipta/Penulis hanya tinggal memiliki hak moral.

Pengertian yang kedua berarti hak cipta tidak
dialihkan, tetapi hak eksploitasi (hak ekonomi)
diberikan secara eksklusif kepada penerbit.
Pencipta/Penulis tetap disebut pemegang hak cipta.

Sungguh berbeda dan hal ini harus ditelusuri melalui
perjanjian penerbitan. Jika editor tidak paham, dia
pun bisa terbawa-bawa sebagai pihak yang melanggar hak
cipta karena namanya turut dicantumkan di halaman
copyright. Jika editor tidak paham, dia pun bisa
meloloskan sebuah karya yang melanggar sehingga
merugikan penerbit.

Bambang Trim
Praktisi perbukuan nasional

2 comments April 28, 2008

Lowongan Editor Penerbit Matahari

Penerbit Matahati membuka lowongan kerja sebagai Editor Non-Fiksi purnawaktu (bukan freelance), dengan persyaratan sebagai berikut:

- Perempuan
- Minimal lulusan S1
- Usia 25-30 tahun
- Berdomisili di Jakarta
- Menguasai program komputer Word & Excel
- Penampilan menarik, ramah, ulet, disiplin
- Tertarik dengan dunia perbukuan

Lamaran lengkap beserta CV, pasfoto terbaru serta permintaan gaji dikirim via e-mail ke: redaksi@torak. web.id

Regards,

Penerbit Matahati

1 comment April 21, 2008

Bedah Buku GIP

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Gema Insani mengundang bapak/Ibu/Sdr/ Sdri untuk menghadiri, acara Bedah Buku yang akan dilaksanakan pada :

1. Hari : Sabtu, 19 April 2008
Buku : Orientalis & Diabolisme Pemikiran
Waktu : Pk.09.00 - 11.30 WIB
Pembicara : 1. Dr.Syamsuddin Arief
2. Adian Husaini, MA

2. Hari : Ahad, 20 April 2008
Buku : Dahsyatnya Ayat Kursi & Pesona Surah Yasin
Waktu : Pk.09.00 - 11.30 WIB
Pembicara : Drs.Muhammad Said, M.Hum

Tempat Acara : Gd.Gema Insani Depok
Jl.Ir.H.Juanda - Depok
Telp.0217708891- 3

Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu’alaiku Wr Wb,
Gema Insani

Add comment April 21, 2008

Previous Posts


Pengarang

Halaman

Kategori

Tulisan Terakhir

Tulisan Teratas

Arsip

Awal Blog

Dunia Buku

Penerbit Buku Islam

Penerbit Buku Pelajaran

Penerbit Buku Umum

Penulis Sukses

 

Mei 2008
M S S R K J S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats