Buku panduan Haji dan Umrah yang berjudul “Keagungan Makkah dan Madinah” mulai diminati masyarakat Indonesia yang berada di Hongkong. Pada awalnya ada salah seorang warga Indonesia di Hongkong yang memiliki buku itu dan dibawa ke Hongkong. Kemudian ada beberapa orang yang tertarik dengan buku itu sehingga memesan beberapa eksemplar. Selanjutnya ada lagi pemesanan untuk buku tersebut.

Buku “Keagungan Makkah dan Madinah” memang dibuat tidak terlalu tebal dan menggunakan bahasa ringan sehingga mudah untuk dipahami siapa saja, terutama bagi mereka yang ingin mengetahui seluk beluk kota Makkah dan Madinah, sebelum berziarah ke Kota Suci umat Islam ini dalam rangka menunaikan ibadah haji dan umroh.

Selain itu, buku “Keagungan Makkah dan Madinah” juga memuat kisah-kisah yang dialami orang-orang yang menunaikan ibadah haji dan umroh sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk menunaikan ibadah haji dengan khusyuk.

Bagi yang tertarik dengan buku “Keagungan Makkah dan Madinah” dapat memesannya via sms ke nomor 081542179705 atau lewat e-mail: yasir.maqosid@gmail.com

Pemerintah Kota Pekalongan sekarang ini mulai peduli dengan pendidikan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kegiatan-kegiatan bersifat pendidikan yang diselenggarakan Pemkot, salah satunya adalah Pameran Buku Murah yang diadakan sebanyak dua kali dalam setahun.

Pada pemeran yang bertempat di Jl. Jetayu ini, banyak diikuti oleh penerbit-penerbit di antaranya: Gramedia, Diva Press, GIP, dan lain-lain. Pemeran kali ini berlangsung pada tanggal 3-8 Desember 2009.

Saat melihat-lihat pameran ini, ada sedikit perbedaan dengan pameran yang diselenggarakan di kota-kota besar. Jika di kota-kota besar yang diburu adalah buku yang best seller, tetapi kalau di sini yang banyak diburu adalah buku-buku murah.

Saya sendiri juga berburu buku murah untuk koleksi perpustakaan pondok pesantren Syafii Akrom Jenggot Pekalongan. Dengan berbekal uang 90.000 dapat 12 buku yang bagus-bagus dan tebal-tebal. Salah satunya adalah terbitan Diva Press dan buku-buku yang dijual Rp. 5000-an.

Mudah-mudahan pameran seperti ini selalu diselenggarakan oleh Pemkot, karena manfaatnya sangat banyak sekali, apalagi di kota Pekalongan sebenarnya banyak peminta buku, tetapi karena tidak ada toko buku besar di sini, jadi kadang ketinggalan info-info buku menarik.

SALSABILA KAUTSAR UTAMA adalah sebuah penerbit yang khusus menghadirkan buku fiksi yang mengandung nilai Islam universal. Berada dalam naungan Pustaka Al-kautsar, kami berusaha memberikan sebuah pengayaan jiwa serta intelektual dengan cara yang santun dan mencerahkan.

Kini kami mengundang rekan-rekan penulis untuk ikut serta meramaikan pasar buku fiksi Islami di Indonesia, baik untuk segmentasi dewasa maupun anak. Jenis buku yang kami butuhkan adalah:

1. Fiksi sejarah/ budaya

2. Fiksi populer

3. Fiksi klasik

4. Memoar

5. Kisah hikmah

6. Kisah teladan.

Kirimkan naskah terbaik Anda ke alamat e-mail: fiksi_alkautsar@yahoo.co.id Salam, SALSABILA KAUTSAR UTAMA

Lama sudah rasanya tidak menulis dan mengupload tulisan di blog penerbitanbuku.wordpress.com. Terhitung semenjak mengundurkan diri dari Pustaka Al-Kautsar dan memilih berjuang mengurus Pondok Pesantren Syafi’i Akrom, blog ini nyaris sama sekali tidak tersentuh. Hal itu karena memang di pondok tidak ada fasilitas internet gratis, jadi harus ke warnet. Padahal jarak dari pondok ke warnet kurang lebih 2 Km. Untuk itulah saya minta maaf kepada para pengunjung jika menilik blog ini seperti tidak aktif lagi.


Adapun kesibukan saya sekarang, selain mengajar di pondok adalah menjadi penerjemah freelance. Jika ada penerbit yang membutuhkan jasa penerjemah ataupun editor silakan menghubungi saya. Biodata saya dapat dilihat di my profile.

Kesibukan lainnya adalah menulis secara rutin di Buletin Al-Jami’. Buletin ini terbit setiap hari Jum’at dan dibagikan di masjid-masjid Pekalongan secara gratis. Alhamdulillah sekarang sudah memasuki edisi yang kedua belas dan oplahnya sudah mencapai 3000 eksemplar/terbitan.


Selain itu, aktivitas menulis lainnya adalah menulis kolom Renungan Jum’at yang diterbitkan Radar Pekalongan tiap hari Jum’at. Jangan tanya berapa honornya, karena ini merupakan kerja bhakti yang honornya nanti akan dipetik di akhirat kelak :) . Sebenarnya pingin pula mengirim tulisan ke Surat Kabar lainnya, tapi karena belum punya link dan juga masih agak buta tentang dunia jurnalisme, jadinya yang ada dulu yang digarap. Semoga suatu ketika juga bisa menulis di koran-koran yang lain.

Sebagai departemen yang memiliki kepedulian terhadap urusan haji dan umroh, Depag Pusat akhirnya memutuskan untuk membeli buku Keagungan Makkah dan Madinah. Menurut salah seorang pegawai Depag, buku Keagungan Makkah dan Madinah isinya sangat bagus, apalagi disertai dengan gambar-gambar tempat bersejarah di Makkah dan Madinah. Selain itu, menariknya lagi ada kisah nyata yang dialami oleh para jamaah haji sehingga bisa menjadi pelajaran berharga bagi calon jamaah haji dan umroh yang akan berangkat ke tanah suci.

Dengan membeli 200 eksemplar buku Keagungan Makkah dan Madinah, secara tidak langsung Direktorat Bimbingan Pelaksanaan Ibadah Haji Departemen Agama Pusat telah berusaha untuk memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi jamaah haji dan umroh. Terutama sekali direktorat yang dipimpin oleh Drs Abdul Ghafur Djawahir tersebut selalu berusaha untuk memberikan pelayanan kepada jamaah haji dan umroh secara maksimal.

Buku Keagungan Makkah dan Madinah merupakan karya self-publishing saya yang pertama. Saya mencetaknya sebanyak 1000 eksemplar dan alhamdulillah sudah terjual lumayan banyak. Minimal bisa nutup modal. he  he he he

sepiorderman

Setelah keluar dari perusahaan penerbit buku Islam karena dituntut mengabdi di Pondok Pesantren, otomatis aku bekerja sebagai freelancer, baik sebagai penerjemah maupun editor. Sebenarnya enak mana antara menjadi freelancer atau sebagai pekerja tetap? Jawabnya tergantung masing-masing orang. Ada yang senang bekerja tetap karena gaji sudah pasti didapat setiap bulan. Ada pula yang lebih suka bekerja secara freelance karena hasilnya lebih besar dan punya waktu luang untuk mengembangkan bisnis, hobi, ataupun mengerjakan tugas lainnya.

Namun, sisi pekerja freelancer adalah ketika sakit dia tidak mendapat tanggungan, tidak sebagaimana pekerja tetap yang jika sakit masih tetap mendapat gaji utuh. Selain itu, yang terpenting adalah pekerja freelancer harus punya link-link yang baik dengan mitra kerja. Dia tidak boleh terpaku pada satu mitra, tapi harus punya jaring-jaring yang banyak. Ibarat Spiderman, jaring-jaring itu yang bisa membuatnya berloncatan di gedung-gedung dan menyelamatkan orang lain, tentunya juga menyelamatkan dirinya.

Tapi jika dia tidak memiliki banyak jaring-jaring, otomatis dia akan kekurangan jika mitranya selama ini tidak memberinya order. Alih-alih menjadi Spiderman, tenaga freelancer yang tidak punya banyak jaringan akan menjadi Spiorderman.

editorSebuah perusahaan penerbitan yang sedang berkembang mencari tenaga professional dalam bidang penyuntingan karya-karya fiksi, dengan kriteria:
1. Minimal S1, diutamakan sastra Arab
2. Cakap berbahasa Arab
3. Lebih diutamakan bisa berbahasa Inggris
4. Menyukai dan mengikuti perkembangan karya-karya fiksi
5. Maksimal 30 tahun
6. Diutamakan sudah pernah memiliki naskah fiksi yang sudah diterbitkan
7. Memahami tata bahasa Indonesia yang baik dan benar
8. Berakhlak baik
9. Siap bekerja dengan tim
10. Mempunyai intuisi pasar

Lamaran mohon dikirimkan via email ke:
Bramabdurrahman@yahoo.co.id atau khalish02@yahoo.com

Lamaran via pos dapat ditujukan ke:
Departemen HRD
Jl. Cipinang Muara Raya No 63 Jakarta Timur 13420

Lamaran selambat-lambatnya diterima pada tanggal Desember 2008 (Cap Pos).

Ada beberapa pembaca situs ini yang menanyakan, Bagaimana cara menerbitkan buku? Bagaimana proses mendirikan penerbitan buku? Bagaimana perhitungan bisnis penerbitan buku? Dan pertanyaan lain yang serupa. Baiklah, saya akan menguraikan tentang penerbitan buku berikut kalkulasi bisnisnya.

Untuk mendirikan penerbitan buku, terlebih dahulu dilihat seberapa besar modal yang dimiliki. Jika modalnya kurang dari 50 juta, berarti yang diterbitkan adalah buku-buku yang tidak terlalu tebal (kisaran 100 – 200 halaman), dengan asumsi menerbitkan satu buku secara rutin. Selain itu, tidak perlu mengalokasikan dana untuk kantor ataupun mengangkat pegawai tetap, cukup di out sourching, yaitu mempekerjakan karyawan free lance. Sebab, jika modal segitu digunakan untuk sewa gedung dan mengangkat karyawan tetap, maka akan menghabiskan modal itu sendiri sehingga keberlangsungan usaha akan terancam.

(lagi…)

Saat lebaran kemarin, aku diminta oleh pengurus Pondok Pesantren Syafi’i Akrom untuk menetap di sana. Tugasku adalah untuk menjadi pengawas para santri yang ada. Dengan luas areal mencapai 3,6 Hektar, sebenarnya pondok ini punya potensi yang sangat strategis. Di situ juga sudah ada Play Group, Puskesmas, dan Koperasi yang bergerak di bidang usaha penjualan susu sapi, paving, bengkel mobil, dan batubara. Selain itu, di situ juga sudah ada SMK dengan tiga jurusan; informatika, otomotif, dan tata busana yang jumlah seluruh siswanya mencapai 600 orang. Dari jumlah tersebut, rencananya siswa laki-laki yang sudah kelas 3 diwajibkan mondok.

Oleh karenanya, perlu orang yang stand by 24 jam di pondok itu. Dan, pilihan itu jatuh padaku. Sungguh bukan beban yang ringan. Apalagi sebelumnya pondok tersebut menjadi sengketa pengurusnya.

Memang berat rasanya meninggalkan dunia buku yang sudah aku geluti semenjak 4 tahun yang lalu. Namun, meskipun aku tidak lagi bekerja secara full time di Pustaka Al-Kautsar—perusahaan yang selama ini menjadi tempatku bernaung—tapi aku ingin tetap eksis walau sebagai freelancer. Mungkin dengan ini, aku punya banyak waktu untuk menulis buku, bukan hanya menjadi editor atau penerjemah.

money_tree_colorMungkin hal ini menurut sebagian penulis maupun penerbit dianggap sensitif, namun sebelum ada akad kesepakatan, sebaiknya tentang royalti ini dibicarakan secara tegas dan jujur, supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Berapa rata-rata royalti penulis buku? Jawabnya adalah relatif, tergantung seberapa tenar penerbit yang akan menerbitkan karya tersebut, juga seberapa besar nama dari penulis. Penerbit Islam yang lumayan besar di Bandung misalnya, memberi royalti 10 % dari harga jual buku setelah dipotong pajak 15 %. Artinya, jika buku dibandrol Rp. 50.000, berarti penulis mendapatkan maksimal Rp 5000 per buku. Mengapa ada kata maksimal? Karena biasanya penerbit memberi diskon kepada toko buku sebesar 30 % sampai 50 %, sehingga royalti penulis pun dihitung dari situ. Jika buku itu didiskon 50 % misalnya, berarti harga jual buku itu 25.000 sehingga 10 % nya berarti Rp. 2.500.

Ada pula penerbit yang mematok royalti dari harga netto. Dan besarannya tergantung masing-masing penerbit. Misalnya di salah satu penerbit Islam di Jakarta mematok 12,5 % dari harga netto. Sedangkan harga netto adalah 50 % (atau menurut kesepakatan) dari harga jual tertinggi. Dalam kasus di atas, berarti 50 % dari 50.000 yaitu Rp. 25.000. Sedangkan 12,5 % nya berarti Rp. 3.125.

Selain royalti, biasanya penulis juga berhak mendapatkan buku pada cetakan pertama dan cetakan berikutnya. Di penerbit tempat saya bekerja misalnya, penulis mendapatkan buku secara gratis sejumlah 10 eksemplar pada cetakan pertama, sedangkan pada cetakan kedua dan seterusnya mendapatkan 3 buku gratis per cetak.

Sekarang saatnya mengandai-andai. Jika buku yang Anda tulis terjual laris manis seperti yang dialami Andrea Hirata, sedangkan harga bukunya adalah 60.000, maka Anda akan mendapatkan Rp. 6000 per buku. Jika terjual 500.000 eksemplar, maka Anda berhak mendapatkan 3 Milyar rupiah. Sangat besar bukan?

Jadi, apakah Anda tertarik menulis buku? Jika ya, maka bergegaslah, sebelum niat Anda mengendur dan dunia perbukuan menjadi lesu karena dampak krisis global J

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.