November 2008


Ada beberapa pembaca situs ini yang menanyakan, Bagaimana cara menerbitkan buku? Bagaimana proses mendirikan penerbitan buku? Bagaimana perhitungan bisnis penerbitan buku? Dan pertanyaan lain yang serupa. Baiklah, saya akan menguraikan tentang penerbitan buku berikut kalkulasi bisnisnya.

Untuk mendirikan penerbitan buku, terlebih dahulu dilihat seberapa besar modal yang dimiliki. Jika modalnya kurang dari 50 juta, berarti yang diterbitkan adalah buku-buku yang tidak terlalu tebal (kisaran 100 – 200 halaman), dengan asumsi menerbitkan satu buku secara rutin. Selain itu, tidak perlu mengalokasikan dana untuk kantor ataupun mengangkat pegawai tetap, cukup di out sourching, yaitu mempekerjakan karyawan free lance. Sebab, jika modal segitu digunakan untuk sewa gedung dan mengangkat karyawan tetap, maka akan menghabiskan modal itu sendiri sehingga keberlangsungan usaha akan terancam.

(lebih…)

Saat lebaran kemarin, aku diminta oleh pengurus Pondok Pesantren Syafi’i Akrom untuk menetap di sana. Tugasku adalah untuk menjadi pengawas para santri yang ada. Dengan luas areal mencapai 3,6 Hektar, sebenarnya pondok ini punya potensi yang sangat strategis. Di situ juga sudah ada Play Group, Puskesmas, dan Koperasi yang bergerak di bidang usaha penjualan susu sapi, paving, bengkel mobil, dan batubara. Selain itu, di situ juga sudah ada SMK dengan tiga jurusan; informatika, otomotif, dan tata busana yang jumlah seluruh siswanya mencapai 600 orang. Dari jumlah tersebut, rencananya siswa laki-laki yang sudah kelas 3 diwajibkan mondok.

Oleh karenanya, perlu orang yang stand by 24 jam di pondok itu. Dan, pilihan itu jatuh padaku. Sungguh bukan beban yang ringan. Apalagi sebelumnya pondok tersebut menjadi sengketa pengurusnya.

Memang berat rasanya meninggalkan dunia buku yang sudah aku geluti semenjak 4 tahun yang lalu. Namun, meskipun aku tidak lagi bekerja secara full time di Pustaka Al-Kautsar—perusahaan yang selama ini menjadi tempatku bernaung—tapi aku ingin tetap eksis walau sebagai freelancer. Mungkin dengan ini, aku punya banyak waktu untuk menulis buku, bukan hanya menjadi editor atau penerjemah.

money_tree_colorMungkin hal ini menurut sebagian penulis maupun penerbit dianggap sensitif, namun sebelum ada akad kesepakatan, sebaiknya tentang royalti ini dibicarakan secara tegas dan jujur, supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Berapa rata-rata royalti penulis buku? Jawabnya adalah relatif, tergantung seberapa tenar penerbit yang akan menerbitkan karya tersebut, juga seberapa besar nama dari penulis. Penerbit Islam yang lumayan besar di Bandung misalnya, memberi royalti 10 % dari harga jual buku setelah dipotong pajak 15 %. Artinya, jika buku dibandrol Rp. 50.000, berarti penulis mendapatkan maksimal Rp 5000 per buku. Mengapa ada kata maksimal? Karena biasanya penerbit memberi diskon kepada toko buku sebesar 30 % sampai 50 %, sehingga royalti penulis pun dihitung dari situ. Jika buku itu didiskon 50 % misalnya, berarti harga jual buku itu 25.000 sehingga 10 % nya berarti Rp. 2.500.

Ada pula penerbit yang mematok royalti dari harga netto. Dan besarannya tergantung masing-masing penerbit. Misalnya di salah satu penerbit Islam di Jakarta mematok 12,5 % dari harga netto. Sedangkan harga netto adalah 50 % (atau menurut kesepakatan) dari harga jual tertinggi. Dalam kasus di atas, berarti 50 % dari 50.000 yaitu Rp. 25.000. Sedangkan 12,5 % nya berarti Rp. 3.125.

Selain royalti, biasanya penulis juga berhak mendapatkan buku pada cetakan pertama dan cetakan berikutnya. Di penerbit tempat saya bekerja misalnya, penulis mendapatkan buku secara gratis sejumlah 10 eksemplar pada cetakan pertama, sedangkan pada cetakan kedua dan seterusnya mendapatkan 3 buku gratis per cetak.

Sekarang saatnya mengandai-andai. Jika buku yang Anda tulis terjual laris manis seperti yang dialami Andrea Hirata, sedangkan harga bukunya adalah 60.000, maka Anda akan mendapatkan Rp. 6000 per buku. Jika terjual 500.000 eksemplar, maka Anda berhak mendapatkan 3 Milyar rupiah. Sangat besar bukan?

Jadi, apakah Anda tertarik menulis buku? Jika ya, maka bergegaslah, sebelum niat Anda mengendur dan dunia perbukuan menjadi lesu karena dampak krisis global J

Perkembangan dunia perbukuan Islam semakin semarak. Banyak buku-buku Islam yang sekarang menjadi panduan hidup sehari-hari keluarga muslim. Namun, dengan banyaknya buku tidak lantas semua buku terserap dengan baik. Kami ingin partisipasi Anda menjawab polling ini, tentang tema buku apa yang ingin Anda baca. Silakan isi polling di bawah ini.

Terima kasih atas partisipasi Anda.

Terus terang, tujuan saya menulis ini bukan untuk memprovokasi sesama saudara muslim, tapi justru ingin memberikan penyadaran pada mereka bahwa jika blog dijadikan sebagai sarana untuk menghina agama lain, maka itu akan menjadikan suasana ketenangan yang selama ini tercipta ternodai. Untuk itu saya himbau kepada para penegak hukum, agar melacak siapa pemilik blog tersebut dan mengadilinya dengan seadil-adilnya. Jangan gara-gara satu orang, maka akan terjadi pertumpahan darah ribuan orang. Saya rasa umat Islam juga akan taat kepada pemerintah, jika memang pemerintah bisa adil. Siapa yang berbuat jahat harus ditindak, tanpa pandang bulu.

Saya coba menuliskan link-link yang menghina umat Islam ini agar ditindak lanjuti oleh aparat. Kepada saudara-saudara muslim, tolong yang ahli IT, lacak dimana keberadaan orang-orang yang menghembuskan benih-benih SARA itu, nanti kita laporkan sama-sama ke pihak berwenang. Berikut ini link-linknya.

  1. Febriana

Postingannya banyak yang menghina umat Islam dan Nabi Muhammad saw. Selain itu, banyak pula postingan tentang agama Kristen

  1. Faith Freedom Indonesia

Forum inilah yang paling mengerikan, tapi Alhamdulillah sudah ditutup, tapi perlu diwaspadai, pasti suatu ketika muncul lagi.

  1. www.indonesia.faithfreedom.org

Forum ini banyak sekali terlihat orang-orang yang menghujat habis-habisan umat Islam. Penting sekali diteliti siapa saja mereka, lalu diadili bersama.

  1. Kebohongandariislam

Blog ini sudah diproteks, tapi masih bisa dicari, siapa pembuatnya. Bagi yang ahli IT, tolong dicek siapa dia.

poster1Tadi siang, Jum’at 14 Nopember 2008, saya bersama kawan-kawan di kantor mengunjungi pameran buku Indonesia Book Fair 2008 di Jakarta. Setelah melalui pintu masuk utama, pukul 10.00 kami menuju ke pameran buku. Di sana sudah disambut oleh dua stand besar dari penerbit terkemuka, Kompas-Gramedia dan Tiga Serangkai.

Desain stand yang terkesan elegant membuat suasana perbukuan lebih mencair, tidak terkesan streng ataupun menakutkan. Buku-buku baru juga dipajang sebagai buku unggulan. Saya tertegun saat melintasi stand, ternyata buku-buku tentang Obama sebagai presiden sudah beredar. Padahal kita tahu, Obama baru terpilih sepuluh hari yang lalu. Tapi luar biasa kreatifnya penerbit buku dan begitu dinamisnya mereka menggarap moment ini dengan segera menerbitkan buku tentang Obama yang menjadi presiden. Saya rasa, penerbit sudah jauh-jauh hari mempersiapkan buku ini, dan ketika benar Obama menang, buku itu digarap dan dicetak dengan cepat, untuk memburu moment.

Ada juga yang menginspirasi dari jalan-jalan ini yaitu Al-Qur`an yang diterbitkan Syamil. Al-Qur`an tersebut diterjemahkan per kata. Jadi, setiap ayat di bawahnya dituliskan terjemahnya dalam bahasa Indonesia. Kabarnya, Al-Qur`an ini sangat laris sehingga di toko buku juga banyak yang sudah kehabisan.

Setelah mengitari ruangan pameran buku, sehabis menunaikan shalat Jum’at kami beralih menuju pameran komputer. Di pameran ini untuk masuk harus bayar tiker masuk gocap (5 ribu). Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya gratis. Kenapa harus bayar? Mungkin, menurut perkiraan saya, para pengunjung ke situ karena ingin menikmati “pemandangan indah” dari SPG yang cantik-cantik dan berpenampilan se-mini mungkin. Sebenarnya hati melarang memandang, tapi mata ini terkadang tidak patuh dengan perintah tuannya, dan kami pulang dengan beristighfar berkali-kali.

posterSeperti biasanya, menjelang pameran besar penerbit bersiap-siap menyambut moment tersebut dengan membuat buku baru atau melaunching buku andalannya. Pada Indonesia Book Fair 2008 kali ini, para penerbit besar ikut andil. Di antaranya Gramedia, Mizan, Grafindo dan Pustaka Al-Kautsar.

Persiapan penerbit menyambut pameran biasanya dilakukan jauh-jauh hari, terutama tentang buku apa yang akan diterbitkan. Pustaka Al-Kautsar misalnya, pada Indonesia Book Fair 2008 ini telah mempersiapkan buku The Great Leader of Umar bin Al-Khathab. Buku setebal 900-an halaman ini berisi tentang biografi lengkap Khalifah Ketiga, Amirul Mukminin Umar bin Al-Khathab.

Adapun Penerbit Hujjah Press sudah sedari awal mempersiapkan buku yang cukup kontroversial yaitu Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang Kaum Homoseksual. (lebih…)

Laman Berikutnya »