Resensi Buku


sang20pemimpi20gdheketika-cinta-bertasbih

Seminggu ini saya berusaha menamatkan dua novel yang akan difilmkan yaitu Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 karya Habiburrahman El-Shirazy. Selesai membaca kedua novel ini, sebagai pembaca pemula, saya punya uneg-uneg untuk dituangkan dalam tulisan sebagai curhat.

Sang Pemimpi berkisah tentang dua orang sahabat, Ikal dan Arai, plus teman satu kostnya yang bernama Jimbron. Dua tokoh ini punya impian yang, bagi penduduk kampung Belitong, sangat tinggi, yaitu menginjak altar suci Universitas Sorborne Prancis. (lebih…)

Iklan

Resensi buku Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang Kaum Homoseksual

Judul : Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang Kaum Homoseksual
Penulis : Rama Azhari & Putra Kencana
Penerbit : Hujjah Press
Tahun Terbit : Oktober, 2008
Halaman : 182

Kasus mutilasi yang dilakukan oleh Very “Ryan” Idham menghebohkan masyarakat Indonesia. Terutama setelah terungkap bahwa ternyata salah satu motif pembunuhan itu karena cemburu, dan ironisnya lagi adalah yang dicemburui adalah sesama lelaki. Ya, Ryan adalah seorang homoseksual, alias penyuka sesama jenis.
Fenomena homoseksual ternyata bukan sesuatu yang ditabukan, terutama oleh masyarakat Amerika dan Eropa. Sebagaimana dijelaskan di buku ini, ternyata para pemuka agama Yahudi dan Kristen dengan terang-terangan mengaku dirinya adalah gay. Pemimpin agama Yahudi yang mengidap kelainan homoseksual antara lain: Rabbi Lionel Blue, Rabbi Malka Drucker, Rabbi Steven Greenberg, dll (halaman 31) Sedangkan di agama Kristen, Gene Robinson (seorang gay) dilantik menjadi uskup di Keuskupan New Hampshire Amerika Serikat (halaman 167).
Di Indonesia sendiri, banyak sekali tempat bertemunya para homoseksual yang dikenal dengan istilah “ngeber” (lihat halaman 73-87) Bahkan ada pula persatuan orang-orang homo yang dikenal dengan nama Gaya Nusantara dengan dewan pembina Dede Oetomo, Julia Suryakusuma, dll (lihat halaman 92-95).
Selain dunia nyata, dunia maya merupakan sarana paling strategis bagi berkumpulnya para penyuka sejenis ini. Tercatat ada beberapa situs yang digunakan sebagai forum, website resmi, bahkan juga situs-situs jejaring sosial. Dan, hal ini sangat memprihatinkan.
Memang homoseksual adalah penyakit, yang jika mau berobat dengan tekun, Insya Allah akan sembuh. Banyak orang yang punya ketertarikan terhadap sesama jenis, namun setelah menikah dan punya anak, perilakunya ini sedikit demi sedikit hilang. Paling penting adalah bagaimana masyarakat sekitar mau peduli terhadap orang yang punya kecenderungan homoseksual dengan tidak mencemoohnya, tetapi berusaha menyadarkannya dengan cara yang bijaksana.
Buku ini menurut saya bagus untuk dibaca. Selain memaparkan fenomena homoseksual, juga mengangkat bagaimana cara menyembuhkan kelainan seksual ini. Sayangnya, kenapa penulis buku ini (Rama Azhari & Putra Kencana???) tidak disebutkan biodatanya sehingga bagi para pembaca bisa berdialog ataupun konsultasi seputar permasalahan homoseksual dan penyembuhannya. Namun, bagaimanapun juga buku ini memberikan sumbangsih dalam dunia perbukuan dan dapat memberikan pencerahan bagi para pembacanya.

Dia bukan artis, bukan pejabat, juga bukan pahlawan. Tapi banyak orang mengenalnya karena “keahliannya” jarang dimiliki orang lain. Dia sering menjadi “bintang iklan” yang menghiasi iklan-iklan koran kaki lima. Mulai dari Lampu Merah, Non-Stop, dan surat kabar-kabar lainnya. Dialah Mak Erot yang sudah meninggalkan kita seminggu yang lalu untuk menghadap Sang Pencipta.

Saking ngetopnya Mak Erot, namanya sering dicatut untuk melegitimasi keaslian praktek pijat pembesar “kebanggaan pria”. Ada yang mengaku sebagai cucu Mak Erot, anak Mak Erot, murid kesayangan Mak Erot, dan lain-lain yang tujuannya supaya konsumen percaya terhadap produk yang ditawarkannya.

Ternyata popularitas Mak Erot juga menjadi inspirasi para penulis untuk mengabadikan namanya dalam buku. Salah satunya adalah Moammar Emka, “penulis mesum” yang terkenal dengan bukunya “Jakarta Undercover”. Dia menulis buku yang diinspirasi keberadaan Mak Erot dalam bukunya Ade Ape Dengan Mak Erot?

Bukan itu saja, ada juga novel yang terilhami dari ketrampilan khusus yang dimiliki almarhumah berjudul Big Size, karya Akoer. Buku ini menceritakan bahwa ternyata “kebesaran” bukanlah segalanya. Sebab yang terpenting adalah psikis, bukan fisik.

Selain buku, keberadaan almarhuman juga mengilhami terciptanya film XL: Xtra Large; Antara Aku, Kau dan Mak Erot. Film besutan om India ini lumayan laku di pasaran meskipun tidak sampai disomasi seperti film ML.

Tuhan punya kehendak, Mak Erot yang sudah berumur 101 itu akhirnya dipanggil menghadap keharibaannya untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di dunia. Selamat tinggal Mak Erot, semoga engkau di sana bisa beristirahat dengan tenang, biarlah para “cucumu” yang akan melanjutkan perjuanganmu.

Judul Buku: Hidup Itu Mudah

Penulis: A.M. Waskito

Penerbit: Khalifa

Cetakan: Pertama, Agustus 2007

Halaman: xxi+248

Di tengah krisis yang melanda negara ini, banyak sekali persoalan sosial yang timbul. Akibat tidak mampu membayar uang sekolah, seorang anak nekad bunuh diri; karena tidak kuat menanggung biaya seorang ibu rela menjual anaknya sendiri kepada lelaki hidung belang; dan masih banyak kejadian lainnya yang membuat kita miris.

(lebih…)

Judul Buku: Belajar Hidup dari Hidup Rasulullah

Penulis: Amru Khalid

Penerbit: Maghfirah Pustaka

Cetakan: Kedua, Juni 2007

Halaman: 376

Sejarah kehidupan Rasulullah saw bukanlah sekadar biografi yang hanya untuk dikenang, akan tetapi merupakan potret kehidupan yang harus diteladani oleh setiap muslim. Sebab, setiap langkah Rasulullah merupakan tuntunan dan setiap ucapan beliau merupakan teladan.

Amru Khalid, seorang penceramah dan penulis yang produktif, mengemas kehidupan Rasulullah dengan penuh tadabbur. Bukan hanya fakta sejarah yang diungkap, akan tetapi nilai dan hikmah dari sejarah tersebut. (lebih…)

Judul Buku: 147 Ilmuwan Terkemuka Sepanjang Sejarah Islam

Penulis: Muhammad Gharib Jaudah

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Cetakan: Pertama, Juni 2007

Jumlah halaman: xxxii+544

Sebagai peradaban besar, Islam melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang memberikan kontribusi penting bagi kehidupan umat manusia di zamannya juga generasi selanjutnya. Nama-nama mereka tercatat dengan tinta emas. Namun sayangnya, mereka yang lahir dari peradaban Islam di kemudian hari diklaim oleh orang-orang Barat sebagai bagian dari peradaban Barat. Padahal pada saat itu, Barat masih dalam masa pertengahan yang dikenal sebagai masa kegelapan. Misalnya, Ibnu Sina mereka catut sebagai ilmuwan Eropa dan diberi nama Avicenna, padahal nyata-nyata Ibnu Sina dilahirkan di propinsi Bukhara, tempat kelahiran Imam hadits terkenal Imam Al-Bukhari.

Penulis dalam buku ini ingin mengajak kepada umat muslim untuk mengingat kebesaran peradaban Islam yang ditandai oleh pesatnya ilmu pengetahuan dan digulirkan oleh ilmuwan muslim. Bukan hanya sebagai pengingat, namun juga sebagai cerminan untuk bangkit dan menunjukkan kepada dunia bahwa Islam dengan ajarannya yang menggalakkan berpikir, mampu melahirkan ilmuwan-ilmuwan bertaraf internasional.

Buku ini terdiri dari tiga bab pembahasan pokok yaitu: Pengantar tentang peradaban Islam; ilmuwan muslim terkemuka; dan ensiklopedia ilmuwan muslim.

Pada bab ilmuwan muslim terkemuka dibuka dengan menampilkan sosok ilmuwan Jabir bin Hayyan (720 M-813 M) yang merupakan perintis pertama ilmu kimia. Dialah penemu zat organik seperti kolik, limonik, dan tatrik. Dia pula yang pertama kali menemukan air raksa dengan cara mencampurkan asam hidrolik dengan asam netrik. Di Eropa nama Jabir lebih dikenal dengan sebutan Geber penulis buku “Summa Perfection” dan penemu Proses Distilasi.

Secara umum, buku ini sangat lengkap memaparkan penemuan-penemuan ilmiah yang ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam. Sayangnya, dari 147 ilmuwan yang disebutkan, ada beberapa di antaranya yang dijelaskan secara singkat dikarenakan keterbatasan waktu, sebagaimana dikatakan penulisnya sendiri. Namun, ilmuwan-ilmuwan Islam yang dijelaskan di buku ini sudah cukup mewakili dan mampu memotivasi umat Islam supaya lebih perhatian lagi dalam perkembangan ilmu dan teknologi.

Judul Buku: Sejarah Para Khalifah

Penulis: Hepi Andi Bastoni

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Cetakan: Pertama, April 2008

Halaman: 436

Umat yang besar adalah umat yang mengetahui sejarah pendahulunya. Dengan mempelajari sejarah, sebuah bangsa bisa mengukir kejayaannya. Salah satu kekayaan Islam adalah sistem pemerintahan yang sering disebut sebagai khilafah. Pada masa-masa awal, yaitu masa khulafaaur Rasyidin, penerapan sistem pemerintahan masih berjalan di garis lurus. Namun setelahnya berganti banyak khalifah yang menerapkan sistem kekhilafahan tetapi mengabaikan sistem politik Islam.

(lebih…)

Laman Berikutnya »