Kautsaria


SALSABILA KAUTSAR UTAMA adalah sebuah penerbit yang khusus menghadirkan buku fiksi yang mengandung nilai Islam universal. Berada dalam naungan Pustaka Al-kautsar, kami berusaha memberikan sebuah pengayaan jiwa serta intelektual dengan cara yang santun dan mencerahkan.

Kini kami mengundang rekan-rekan penulis untuk ikut serta meramaikan pasar buku fiksi Islami di Indonesia, baik untuk segmentasi dewasa maupun anak. Jenis buku yang kami butuhkan adalah:

1. Fiksi sejarah/ budaya

2. Fiksi populer

3. Fiksi klasik

4. Memoar

5. Kisah hikmah

6. Kisah teladan.

Kirimkan naskah terbaik Anda ke alamat e-mail: fiksi_alkautsar@yahoo.co.id Salam, SALSABILA KAUTSAR UTAMA

Iklan

Editor yang tugasnya “menyulam” buku, harus mengenal teknik-teknik penyuntingan secara profesional. Bekerja sebagai editor terkadang bukan cita-cita, dan sering kali merupakan akibat “kecemplung” di dunia buku. Bahkan, kadang editor sama sekali tidak punya skill tentang sastra dan tata bahasa Indonesia, dia hanya menguasai materi dari isi buku yang diedit.

Hal ini bukan berarti seorang editor “otodidak” boleh mengabaikan tata bahasa Indonesia. Dia harus memperdalam ilmu tata bahasa dan materi buku yang dieditnya. Untuk itu, Pustaka Al-Kautsar tempat saya bekerja, pada Selasa, 2 Juli 2008 mengadakan pelatihan seputar penyuntingan buku.

Pelatihan dibawakan oleh pakar penyuntingan, Bambang Trimansyah yang sekarang ini banyak mengisi pelatihan menulis dan mengedit buku. Banyak manfaat dari pelatihan tersebut, antara lain saya lebih tahu tentang tata bahasa Indonesia (meskipun sampai sekarang masih belepotan), juga mengenal teknik-teknik penyuntingan serta dunia perbukuan di Indonesia.

Sebagai sarana peningkatan SDM, perusahaan sudah selayaknya mengadakan pelatihan bagi karyawannya, supaya perusahaan bertambah maju dan berani melakukan inovasi-inovasi terhadap produknya.

Hari-hari ini penerbit buku Islam sedang sibuk menyiapkan segala sesuatunya menyambut pameran buku Islam terbesar di Indonesia, bahkan bisa dibilang di Asia Tenggara. Sebelumnya, stand pameran sudah habis dipesan jauh-jauh hari sebelum pameran, bahkan banyak yang tidak kebagian stand. Sebab, ada beberapa penerbit yang mengambil lebih dari stand, misalnya I’tisham (9), dan IBS (8). Sementara Pustaka Al-Kautsar “hanya” mengambil 5 stand saja.
Kesibukan menjelang pameran terlihat dari masing-masing penerbit yang menyiapkan buku baru. Al-Kautsar misalnya, menyiapkan 10 judul baru pada pameran kali ini. Sementara itu, kabarnya Mirqat menyiapkan 50 judul buku baru. Selain buku baru, kesibukan juga terlihat pada bagian marketing yang bertugas untuk mengurus stand pameran dan membuat promosi serta iklan. Baik iklan di media massa maupun iklan gratis lewat mailing list. Juga pembuatan katalog penerbit, pembuatan Back Drop, maupun desain stand pameran tak kurang menguras energi. Yang paling kelabakan tentunya bagian percetakan, karena diburu untuk segera menyelesaikan tugasnya dalam tempo sesingkat-singkatnya (seperti Proklamasi aja kalee ya)
Untuk bagian redaksi, alhamdulillah tidak mengalami hambatan yang berarti. Target 10 buku baru sudah terealisasi dan tinggal menunggu “bom” dari buku yang dibuat. Pustaka Al-Kautsar setidaknya menerbitkan dua buah “buku panas” yang akan menghangatkan pemikiran Islam di tanah air. Buku tersebut adalah Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat karya Hartono Ahmad Jaiz yang bukan hanya menyerang orang-orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi, juga menyerang “aliran sesat” yang menurut penulisnya tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur`an dan hadits.
Sementara itu, buku kedua yang tidak kalah panasnya adalah “Belajar Dari Akhlak Ustadz Salafi” yang ditulis oleh Abduh Zulfikar Akaha. Sepintas, judul buku ini sangat sopan, tetapi isinya membuat merah padam kelompok lain. Ada yang berkomentar, buku ini luarnya rahmat, tetapi dalamnya azab!
Silahkan datang ke pameran ini dan manfaatkan peluang pameran ini sebagai sarana menimba ilmu melalui buku.