Mei 2008


Ruangan itu tidak terlalu lebar, hanya berukuran 4 x 4 meter. AC yang dingin tidak mampu mendinginkan perasaan tim redaksi yang masing-masing kepala memiliki argumen tersendiri. Ada sebagian yang ingin meloloskan buku dengan tema radikal dengan argumen, buku itu akan booming di pasaran. Di saat yang sama, salah seorang tim berpendapat bahwa jika buku itu diterbitkan, maka penerbitnya yang akan menghadapi amuk massa yang tidak sedikit. Terakhir, diputuskan buku harus keluar juga, karena “missi dakwah” harus dijalankan. Biarpun pahit, tapi perkataan yang benar harus disampaikan, begitu alasan yang dikemukakan.
Demikianlah sepenggel fenomena rapat redaksi di penerbit buku. Masing-masing punya argumen dan merasa punya missi yang harus disampaikan. Walau harus bertabrakan dengan pihak lain.
Maraknya penerbit buku Islam di tanah air, juga berimbas kepada pemahaman masyarakat terhadap Islam. Penerbit, selain memproduksi buku sebagai “ladang uang”, juga menganggap buku sebagai “ladang dakwah”. Sehingga masing-masing penerbit punya genre dan punya missi yang ingin disampaikan.
Mizan, penerbit Islam terbesar di Indonesia, selain menerbitkan buku-buku motivasi dan Islam universal, juga sesekali menampilkan wajah aslinya yang diduga keras sebagai aliran Syiah. Memang, missi penerbit ini tidak terlalu kentara bagi orang awam. Namun, jika mau dicermati penerbit ini selalu mengusung corak Iranisme yang sudah dapat ditebak sebagai aliran Syiah. Contoh sederhana, Mizan menerbitkan kisah hidup Khadijah, kisah hidup Fathimah, dan istri Nabi Mariyatul Qibthiyyah. Tapi kenapa tidak menerbitkan kisah hidup Aisyah, yang juga diterbitkan penerbit-penerbit lainnya?
Urutan kedua penerbit buku Islam, mungkin masih dipegang oleh penerbit GIP. Alirannya adalah Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan Hadits. Mengingat pemiliknya adalah anak seorang ustadz Al-Irsyad, maka buku-bukunya pun tidak jauh dari dakwah Al-Irsyad. Seiring dengan perjalanan waktu, dimana penerjemahnya adalah seorang pengikut tasawwuf yang juga aktivis partai dakwah, maka buku-bukunya pun lebih “berwarna”, tidak dimonopoli oleh satu golongan.
Sedangkan penerbit Islam lainnya yang cukup besar adalah Pustaka Al-Kautsar. Pada awalnya, genre penerbit ini cenderung kepada aliran “salafi”. Terbukti banyak buku karya Ibnu Qayyim yang diterbitkan. Juga banyak tulisan Hartono Jaiz yang menghebohkan dan membuat panas kelompok lain yang dianggap “menyimpang”. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, penerbit ini juga banyak mempublikasikan karya Yusuf Al-Qaradhawi, yang dahulunya adalah seorang aktivis Ikhwanul Muslimin di Mesir. Akibatnya, penerbit ini tidak lagi melulu salafi, dan lebih cair. Bahkan, sekarang ini sepertinya sedang “perang syaraf” dengan kelompok “Salafi Seram” pimpinan Ustadz Lukman Ba’abduh yang menulis “Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij”, dengan meluncurkan buku “sejuk di luar, panas di dalam” dengan title “Belajar Dari Akhlak Ustadz Salafi”.
(Bersambung)

Penerbitanbuku.wordpress.com bekerja sama dengan Fospi (Forum Silaturrahmi Penerbit Indonesia) serta Yayasan Kuantum Hati mengadakan workshop tentang penerbitan buku yang dibuku untuk umun dan tidak dipungut biaya sama sekali alias Gratis.
Berikut ini publikasinya:

Seiring dengan pertumbuhan buku-buku bernuansa Islam, semakin banyak buku dari Timur Tengah yang dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia. Bagaimana proses penterjemahan tersebut? Apakah profesi penterjemah cukup menjanjikan? Untuk mendapatkan jawabannya, segera daftarkan diri Anda di workshop penerbitan buku yang akan diselenggarakan oleh Forum Silaturrahmi Penerbit Indonesia pada:
Hari, Tanggal: Sabtu, 31 Mei 2008
Waktu: Pukul 13.00-17.00 WIB
Tempat: Kuantum Hati Centre, Jalan. Cipinang Jaya I No. 3 Jakarta Timur (Belakang LP Cipinang)
Nara Sumber:
1. Mustawa (Editor Buku) dengan tema “Cara Cerdas Editing Buku”
2. Yasir Maqosid, Lc (Penerjemah Freelance dan Editor Pustaka Al-Kautsar) dengan tema “Panduan Menjadi Penerjemah Arab-Indonesia”
Biaya: Gratis
Segera daftarkan diri Anda di penerbitanbuku.wordpress.com atau yasirmaqosid.multiply.com

Bejo baru saja menyelesaikan editing buku setebal 600 halaman word di komputernya. Dia lalu meneliti ulang, adakah kesalahan yang perlu diperbaiki sebelum diserahkan ke setter. Setelah yakin, barulah dia menambahkan gambar-gambar yang diambilnya dari internet untuk melengkapi estetika buku yang sudah diedit. Dia juga perlu menyisipkan caption untuk mempercantik buku. Selanjutnya, dia menyerahkan copy hasil editingnya kepada setter.

Setter dengan sigap mengolah file yang “polos” dari editor menjadi buku di komputernya. Meskipun tidak berbekal pendidikan estetika, tetapi setter dituntut untuk berkreasi sendiri sehingga buku yang terbit nanti memiliki cita rasa seni. Cukup dua hari buku diolah dan diserahkan kembali kepada editor.

Sementara Bejo masih harus berpikir masukan apa yang harus diberikan kepada desain kaver untuk divisualisasikan dalam bentuk kaver yang eye chatching. Dia juga harus berpikir judul apa yang pas untuk bukunya supaya menggugah emosi pembaca untuk membeli.

Sesaat merenung, tiba-tiba dering telpon berbunyi. Bejo harus menerima penulis yang menyerahkan naskahnya dan memberi apresiasi sekaligus menjanjikan bukunya akan dirapatkan sebulan lagi. Jika diterima maka penulis akan dihubungi, jika ditolak pun akan ditelpon bahwa naskahnya tidak layak terbit. Sesekali dia juga harus browsing untuk mencari naskah buku bagus yang diharapkan “meledak” di pasaran.
Tugas Bejo belum selesai, dia harus mengoreksi ulang hasil dari setter dan menyerahkan hasil koreksi kedua kepada setter untuk dibuat Dummy. Tugasnya belum selesai. Dia masih harus mengawal proses sampai menjadi sebuah buku yang “tanpa-kritik” atau “minim-kritik”. Setiap kesalahan akan menjadi tanggung jawabnya.

Itulah pekerjaan seorang Bejo sebagai editor buku. Dengan fasilitas dan gaji pas-pasan, dia dituntut menjadi profesional. Dia harus memasak buku bercita rasa “bintang lima” dengan upah “kaki lima”. Bejo dituntut menjadi editor multifungsi, karena itu menjadi trend penerbitan masa kini. Namun, Bejo melakukannya dengan senang hati, karena yang dia kerjakan bukan semata-mata untuk dirinya, tetapi untuk memajukan bangsa dengan sesuatu yang bisa dikerjakannya. Hanya buku yang bisa dipersembahkannya, untuk negara yang sangat dia cinta.

Berikut ada informasi di milis buku-islam, bagi yang berminat silahkan langsung menghubungi alamat di bawah:

UFUK PUBLISHING HOUSE menantang Anda, pecinta buku dan
masyarakat umum untuk berkarir dalam industri buku di
UFUK PUBLISHING HOUSE sebagai

EDITOR TETAP UFUK PUBLISHING HOUSE

Syarat-syarat :
1. Pria, usia maksimal 30 tahun
2. Lulusan S-1 atau sederajat
3. Menguasai Bahasa Inggris
4. Berpengalaman sebagai editor atau bidang pekerjaan
yang berhubungandengan dunia editorial
5. Mengerti industri buku dan dunia penerbitan di
Indonesia

Bagi yang berminat, ajukan lamaran lengkap Anda,
surat referensi kerja, plus contoh karya (kalau ada) paling lambat tanggal
30 Mei 2008 ke :

Ufuk Publishing House
JL. Warga Raya 23 A Pejaten Barat, Pasar Minggu,
Jakarta Selatan
Telp (021) 7976587, 79192866

Atau via email ke redaksi@ufukpress. com

Ada pengumuman penerimaan naskah di penerbit Cicero berikut ini. (Diambil dari milist buku-islam):

Setelah sukses menggarap buku “Magnet Muhammad saw: The True Law of
Attraction” dan beberapa buku lainnya, Cicero Publishing membuka
kesempatan luas bagi para penulis untuk mengirimkan karya–karya
berkualitas dan bermanfaat untuk diterbitkan dengan syarat dan
ketentuan sebagai berikut:

Ketentuan Umum:
• sesuai dengan visi dan misi Cicero Publishing;
• sesuai dengan topik garapan saat ini: Ruhiyah dan Ibadah Praktis;
• tidak mengandung unsur SARA, pornografi, kontroversi berbahaya, dan
sejenisnya;
• tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam;
• punya prospek pasar dengan arah pembaca sasaran yang terdefinisi jelas.

Lain-lain:
• Naskah dikirimkan dalam bentuk hard copy (print-out) dan atau soft
copy (file komputer dalam bentuk back-up CD) secara langsung atau via
e-mail.
• Penerbit tidak menerima naskah dalam bentuk tulisan tangan ataupun
ketikan mesin tik.
• Naskah yang tidak memenuhi syarat umum akan langsung ditolak dengan
surat pemberitahuan, adapun naskah hard copy yang dikirimkan dapat
diambil oleh penulis di kantor Redaksi Penerbit (penerbit tidak
melayani pengembalian naskah hard copy).
• Proses persetujuan penerbitan akan dilakukan paling cepat dua minggu
setelah naskah diterima dan paling lambat satu bulan setelah naskah
diterima. Apabila dalam masa tersebut tidak ada jawaban dari Penerbit,
naskah dipastikan tidak lolos atau tidak layak untuk diterbitkan.
• Penerbit juga masih membuka peluang untuk naskah dengan tema-tema
lainnya.

Alamat Pengiriman Naskah
Editing & Production Division
Cicero Publishing PT. Cicero Indonesia
Jl. Niaga Hijau II No. 46 Pondok Pinang 12310
E-mail: ciceropublishing@ yahoo.com

Ruangan itu hanya sekitar 4 x 5 meter, namun penuh dengan komputer. Para petugas yang berseragam abu-abu sibuk mengotak-atik komputer. Tampak salah seorang lelaki dengan sopan menyodorkan foto copy halaman depan bukunya untuk mengurus ISBN bukunya yang akan diterbitkan secara self-publishing. Ratna, begitu nama petugas tersebut, dengan ramah melayani pertanyaan yang disampaikan. Sekitar 15 menit, lelaki itu duduk menunggu dan kemudian mendapat panggilan untuk menandatangni secarik kertas. Dia juga menyodorkan uang 25 ribu rupiah sebagai biaya administrasi dan ISBN bukunya pun kelar sudah. Demikianlah ilustrasi suasana di lantai 2 Perpustakaan Nasional.

Masih banyak orang yang bingung bagaimana cara mengurus ISBN. Padahal sebenarnya sangat mudah dan simple. Cukup 15 menit (kalau tidak ngantri) ISBN sudah ada di tangan. Caranya, datang langsung ke Perpustakaan Nasional Jl. Salemba Raya 28A Jakarta 10430 dan masuk ke lantai 2. Tepat di depan pintu lantai dua terletak kantor pengurusan ISBN. Kita tinggal meminta formulir dan mengisinya sesuai dengan buku yang akan diterbitkan. Selain itu, kita perlu menyodorkan foto copy halaman depan buku yang berisi back title (judul, nama penulis, nama penerbit, cetakan ke berapa), pengantar penulis/penerbit, pendahuluan bab buku, dsb. Setelah itu cukup tunggu sebentar dan kita akan diminta untuk membayar uang administrasi 25 ribu rupiah/judul buku yang diajukan.

Adapun alamat lengkap Perpustakaan Nasional adalah di Jl. Salemba Raya 28A Jakarta 10430 Kotak Pos 3624 Jakarta 10002 Telp. 021-3922669, 3922749, 3922855, 3923116, 3923867, sedangkan situsnya di www.pnri.go.id.

Penerbit Al-Qur`an Tajwid & Buku-Buku Islam membutuhkan :

GRAPHIC DESIGN
– Pria/Wanita maks 28 th
– Pendidikan min S1
– Pengalaman min 2 tahun di bidang penerbitan buku-buku Islam
– Mempunyai kemampuan di Photoshop, Illustrator, Corel draw, Freehand
– Mengetahui website design dan web programming
– Tidak merokok
– Harus lampirkan portfolio

Kirimkan CV+Foto ke :

Lestari Books
Jl. Samanhudi No.6
Jakpus 10710
Telp : 021-3523456
Fax : 021-3522525
Email: mayaplus@cbn.net.id / alquranku@cbn.net.id

Thanks and regards,

Lucy

Berikut ini lowongan pekerjaan yang tertera di milis buku-islam:

Ufuk Press, a young fast growing publishing company, needs a highly motivated and professional person to be positioned as
FINANCE STAFF
1. Female, good looking, single, having good interpersonal skill with age max 26 years old
2. Min D3 in accounting or finance.
3. Experience min. 1 years, fresh graduate are welcome to apply
4. Computer literate
5. Understanding Accurate Accounting software is an advantage
6. Have knowledge in bank transaction & cash flow report
Please send your full application CV and recent photograph to :
HRD & GA Departement
PT Cahaya Insan Suci
Jl. Warga 23 A Pejaten Barat, Ps.Minggu, Jakarta Selatan, 12510

or

info_ufukpress@ yahoo.co. id
ade.cds@gmail. com

Berikut ini ada lowongan yang dipajang di milist buku-islam:

Penerbit Hikmah (Kelompok Mizan) mencari editor buku Agama dengan kriteria:

1. Minimal S1, semua jurusan
2. Diutamakan yang memiliki pengalaman di dunia perbukuan
3. Mampu bekerja secara tim, kreatif, energik, inovatif, dan siap bekerja dalam tekanan
4. Memiliki kepekaan pasar dan jaringan luas ke sumber-sumber naskah
5. Mampu menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar
6. Menguasai bahasa Arab dan Inggris lisan maupun tulisan

Lamaran dikirim ke:
Gedung MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya No. 72 Cilandak Barat Jakarta Selatan, Indonesia 12430 atau dikirin ke hikmahku@cbn. net.id

Diambil dari tulisan Bambang Trim di milist editor Indonesia:

Editor pemerolehan yang merupakan padanan dari
acquiring editor adalah sebuah harapan bagi penerbit
guna meniscayakan ketersediaan naskah. Naskah
merupakan bahan baku utama dalam proses penerbitan dan
sumbernya adalah para penulis serta pengarang. Karena
itu, beberapa penerbit yang berorientasi pada jangka
panjang membentuk Bank Naskah sebagai lembaga stok
naskah.

Sebegitu susahkah naskah dicari sehingga diperlukan
komitmen dan kerja khusus untuk mendapatkannya? Mari
kita tilik empat usaha penerbit dalam mendapatkan
naskah.
1. Usaha pasif yaitu usaha menunggu kiriman naskah
dari penulis/pengarang. Naskah yang diterima biasa
disebut unsolicited atau naskah yang tidak
direncanakan terbit.
2. Usaha aktif yaitu usaha mencari dan menelusuri
sumber-sumber naskah secara langsung. Naskah yang
diterima biasa disebut solicited atau naskah yang
sudah direncanakan sebelumnya.
3. Work-Made-for- Hire yaitu usaha mengadakan naskah
dengan melibatkan internal penerbit, misalnya editor
yang diminta untuk menulis topic tertentu.
4. Usaha penerjemahan yaitu usaha mengalihbahasakan
buku-buku yang sudah terbit di luar negeri.

Usaha pertama sudah banyak ditinggalkan oleh beberapa
penerbit besar karena pasif menunggu tidak menjamin
bisa memperoleh naskah yang diharapkan. Kerapkali
naskah yang datang secara tidak diundang adalah
naskah-naskah “sampah” yang malah merepotkan
redaksi untuk mengembalikannya.

Usaha kedua dan seterusnya adalah usaha yang kini
paling relevan untuk dilakukan di tengah ketatnya
persaingan mendapatkan naskah antarpenerbit. Untuk
itu, penerbit yang proaktif mendapatkan naskah
memerlukan kerja seorang editor pemerolehan atau
acquiring editor.

Dalam hal ini seorang acquiring editor memang harus
berjibaku memenuhi target kuantitas pemerolehan
naskah. Seorang editor pemerolehan haruslah seseorang
yang peka terhadap tren dan kecenderungan, punya
naluri seperti detektif atau wartawan, dan memiliki
jaringan luas. Dengan demikian, ia bisa bergerak
lincah setiap hari menelusuri sumber-sumber naskah
yang tersembunyi.

Berikut adalah jaringan pengadaan naskah yang perlu
dikuasai oleh seorang editor pemerolehan:
1. jaringan selebritis untuk mendapatkan naskah
biografi, autobiografi, refleksi, maupun keterampilan
hidup;
2. jaringan pejabat publik untuk mendapatkan naskah
biografi, autobiografi, kebijakan publik, refleksi;
3. jaringan akademisi untuk mendapatkan naskah buku
teks, pendidikan, biografi, autobiografi, penelitian;
4. jaringan jurnalis/media massa untuk mendapatkan
naskah informasi, peristiwa, pengetahuan praktis,
ataupun keterampilan hidup;
5. jaringan profesional untuk mendapatkan naskah
motivasi, kepemimpinan, manajemen, pengalaman, dan
keterampilan hidup.
6. jaringan pengusaha untuk mendapatkan naskah kiat,
entrepreneurship.
7. jaringan intelektual/ cendekiawan untuk mendapatkan
naskah refleksi, biografi, autobiografi, penelitian,
dan pendapat.
8. jaringan rohaniawan untuk mendapatkan naskah
spiritual, pencerahan, biografi, autobiografi.
9. jaringan sastrawan untuk mendapatkan naskah puisi,
novel, cerpen, dan drama.

Untuk menguasai jaringan tersebut, seorang editor
pemerolehan harus proaktif menguasai berbagai
sumber-sumber informasi seperti berikut ini:
1. media massa cetak yang harus dibaca setiap hari
yang meliputi koran nasional serta majalah berita
ataupun majalah spesifik yang relevan;
2. internet dengan mengunjungi situs-situs yang
relevan serta juga ikut dalam milist-milist relevan
atau juga mengadakan situs maupun blog sendiri;
3. buku-buku best seller ataupun buku-buku karya
penulis yang akan diincar untuk dimintai naskah;
4. katalog-katalog penerbit, baik dari dalam negeri
maupun dari luar negeri;
5. seminar/pelatihan/ lokakarya yang pantas untuk
diikuti guna memburu para narasumber untuk menulis
naskah.

Cara kerja proaktif ini memerlukan perencanaan yang
matang dari seorang editor pemerolehan. Sebuah
perencanaan pengadaan naskah hendaknya diikuti dengan
GAGASAN TOPIK/JUDUL, PROFIL NARASUMBER YANG TEPAT,
PROFIL PENULIS PENDAMPING (APABILA DIBUTUHKAN), serta
MOMENTUM PENERBITAN.

Dalam hal ini seorang editor pemerolehan juga mutlak
harus memahami:
1. jenis-jenis naskah, yaitu fiksi, nonfiksi, dan
faksi;
2. jenis-jenis kerangka (outline), yaitu tahapan,
butiran, aliran, dan tanya-jawab.

***

Kriteria seperti yang disebutkan sebelumnya memang
tidak gampang dilakoni seorang editor pemula. Akan
tetapi, bukan sesuatu yang juga tidak bisa dikuasai.
Kegigihan seorang editor untuk mau belajar dan
berusaha adalah kunci bagi peningkatan
profesionalitasnya di samping juga kunci bagi
kesuksesan penerbit. Karena itu, penerbit yang serius
mestinya menginvestasikan modal untuk peningkatan
profesionalitas editor lewat pembinaan, pelatihan, dan
pengarahan. Di sisi lain, editor yang serius juga
harus berani mengajukan diri sebagai orang yang pantas
menjadi kader penerbitan masa mendatang.

Bambang Trim
praktisi perbukuan nasional

Laman Berikutnya »