April 2008


Pesatnya pertumbuhan dunia buku di Indonesia, tak ayal membuat penerbit harus berlomba-lomba dalam hal inovasi produk. Buku, sekarang tidak hanya sekadar kertas yang “dimeriahkan” dengan aksara dan gambar. Akan tetapi sudah menjadi life style yang bukan saja dijadikan rujukan akan tetapi untuk meningkatkan status sosial. Muslimah tidak akan dianggap gaul, jika belum membaca Ayat-ayat Cinta. Remaja gaul belum dianggap melek informasi, jika belum menyimak Laskar Pelangi.
Ditambah lagi inovasi di bidang perbukuan dalam segi pengemasan, membuat penerbit harus melek informasi terhadap perkembangan terkini, jika tidak mau menjadi pecundang dalam “pertarungan” menarik simpati pembaca.
Sudah selayaknya penerbit, khususnya editor dan staf redaksi, mengagendakan jalan-jalan ke toko buku untuk melihat perkembangan dunia perbukuan saat ini. Dengan adanya jalan-jalan ini, akan membuka mata dan mengasah intuisi yang merupakan bagian termahal dari seorang editor. Sebab, sukses tidaknya produk yang dilempar ke pasar tidak akan terlepas dari sentuhan kreatif editor sebagai “juru masak” penerbit.
Kebetulan sekali, hari ini perusahaan tempat saya bekerja menggiatkan editornya untuk menghirup udara segar sekaligus menyedot energi untuk bisa ditransfer dalam proses kreatifnya sebagai “kuli aksara”.
Jalan-jalan ke toko buku Gramedia di Matraman dan Gunung Agung di Kwitang setidaknya memberi inspirasi untuk modal mengolah intuisi. Ternyata, pengemasan buku sudah sedemikian kreatif, terutama di toko buku Gramedia yang mendisplay buku-buku “berwajah unik” di tempat tersendiri.
Saya sempat membeli buku terbaru Bambang Trim yang covernya sangat inovatif. Buku yang bernuansa coklat dan menghadirkan titik-titik dengan teknik spot membuat buku ini kelihatan ciamik. Ada pula buku tentang pengalaman selebriti yang sudah (baru?) berjilbab dengan menyertakan CD dan dikemas dengan cover menarik.
Di toko Gramedia sendiri dengan telanjangnya memasang banner lelaki “telanjang” untuk mempromosikan komik yang menggelitik. Kalau tidak salah, komik ini bertengger di urutan teratas penjualan toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.
Jadi, apakah boss perusahaan perlu menjalan-jalankan editornya untuk berbelanja ilmu? Jawabnya, jika si boss ingin editornya semakin maju, maka jawabnya adalah harus!

Artikel ini ditulis oleh Bambang Trim dan diambil dari milist forumeditorindonesia:

FENOMENA PENERBITAN BUKU SAAT INI

Makin hari makin banyak saja yang berseteru soal
copyright. Makin lama makin penting EDITOR BUKU
menjaga unsur safety bagi penerbit tempatnya bernaung.
Editor selayaknya melek copyright dan peka terhadap
upaya-upaya pelanggaran copyright yang dilakukan
penulis, penerjemah, penerbit lain, ataupun penerbit
tempatnya bernaung akibat ketidaktahuan maupun
ketidakpedulian.

Baru-baru ini, saya pernah menggugat seorang
penerjemah yang menawarkan naskah dan mengaku telah
mendapatkan izin tertulis dari penerbit lewat e-mail.
E-mail yang dimaksud tidak pernah ada karena terbawa
di dalam laptop temannya (sesuatu yang gak masuk
akal). Lalu, setelah dia berargumentasi, saya setuju
membayar upah penerjemahan dan copyright dengan surat
pernyataan khusus tentang copyright. Tidak berapa lama
(feeling yang saya rasakan ada yang tidak beres), buku
tersebut diterbitkan oleh Hikmah dengan judul (saya
agak lupa) “Muhammad saw dalam Kitab Hindu, Budha, dan
Zoroaster”. Itulah buku yang diklaim, copyrightnya
sudah didapatkan dari penerbit di India. Saya hanya
mengembalikan sesuai dengan surat pernyataan sang
penerjemah tadi, dan meminta kembali sepenuhnya upah
yang telah kami bayarkan. Ketika diancam hendak
dimejahijaukan, barulah ia berusaha datang dan
menjelaskan kekeliruannya.

Beberapa tahun lewat, saya juga pernah menolak seorang
penulis buku model kumpulan tulisan (republishing
article) karya seorang pakar komunikasi. Sewaktu itu,
saya masih menjadi copyeditor di Penerbit Rosda. Saya
merasa pernah melihat tulisan yang diklaimnya belum
pernah terbit menjadi buku. Saya menggunakan
keterampilan mengoneksi memori, namun saya memutuskan
untuk memastikannya di toko buku Gramedia. Benarlah
saya menemukan buku di rak komunikasi dari pakar
tersebut yang berupa kumpulan tulisan juga. Buku itu
isinya mirip dengan yang ditawarkan si penulis tadi.
Hampir saja kecolongan.. ..

Penulis yang membajak ide orang lain? Juga bisa
terdeteksi dan terlihat dengan keterampilan atau
kecerdasan mengoneksi (connecting quotient) sang
editor. Apakah rekan-rekan editor pernah mengalaminya?
Apakah Anda pernah melatihkan kemampuan mengoneksinya
ini? Hal pertama yang harus dilakukan adalah juga
memahami banyak hal tentang copyright.

Editor memang sudah seharusnya melek copyright, bahkan
paham copyright agar benar-benar menjadi benteng
pertahanan kukuh dari penerbit. Perhatikan, apakah
editor paham tentang pernyataan hak cipta (copyright
notice) berikut ini?

“Hak cipta ada pada Penerbit.”
“Hak cipta ada pada Penulis. Hak penerbitan ada pada
Penerbit.”

Pengertian pertama berarti ada kemungkinan hak cipta
sudah dijual atau dialihkan sepenuhnya kepada penerbit
sehingga Penerbit disebut juga pemegang hak cipta.
Pencipta/Penulis hanya tinggal memiliki hak moral.

Pengertian yang kedua berarti hak cipta tidak
dialihkan, tetapi hak eksploitasi (hak ekonomi)
diberikan secara eksklusif kepada penerbit.
Pencipta/Penulis tetap disebut pemegang hak cipta.

Sungguh berbeda dan hal ini harus ditelusuri melalui
perjanjian penerbitan. Jika editor tidak paham, dia
pun bisa terbawa-bawa sebagai pihak yang melanggar hak
cipta karena namanya turut dicantumkan di halaman
copyright. Jika editor tidak paham, dia pun bisa
meloloskan sebuah karya yang melanggar sehingga
merugikan penerbit.

Bambang Trim
Praktisi perbukuan nasional

Penerbit Matahati membuka lowongan kerja sebagai Editor Non-Fiksi purnawaktu (bukan freelance), dengan persyaratan sebagai berikut:

– Perempuan
– Minimal lulusan S1
– Usia 25-30 tahun
– Berdomisili di Jakarta
– Menguasai program komputer Word & Excel
– Penampilan menarik, ramah, ulet, disiplin
– Tertarik dengan dunia perbukuan

Lamaran lengkap beserta CV, pasfoto terbaru serta permintaan gaji dikirim via e-mail ke: redaksi@torak. web.id

Regards,

Penerbit Matahati

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Gema Insani mengundang bapak/Ibu/Sdr/ Sdri untuk menghadiri, acara Bedah Buku yang akan dilaksanakan pada :

1. Hari : Sabtu, 19 April 2008
Buku : Orientalis & Diabolisme Pemikiran
Waktu : Pk.09.00 – 11.30 WIB
Pembicara : 1. Dr.Syamsuddin Arief
2. Adian Husaini, MA

2. Hari : Ahad, 20 April 2008
Buku : Dahsyatnya Ayat Kursi & Pesona Surah Yasin
Waktu : Pk.09.00 – 11.30 WIB
Pembicara : Drs.Muhammad Said, M.Hum

Tempat Acara : Gd.Gema Insani Depok
Jl.Ir.H.Juanda – Depok
Telp.0217708891- 3

Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu’alaiku Wr Wb,
Gema Insani

ASSALAMU’ALAIKUM WR WB
Info: lowongan kerja
Sebuah Percetakan&Penerbit an Buku Islam Skala Nasional (ADAM PUBLISHING) membutuhkan tenaga-tenaga profesional untuk menduduki posisi sebagai berikut:
1. Manajer Percetakan
2.Manajer Penerbitan
3. Manajer Keuangan
4. Manajer Pemasaran
5. Manajer Training Center
6. Manajer Grafika&Multimedia
7. Staf editor (2 person)
8. Translator Arab-Indonesia (1 person)
9. Staf Event Organisser (2 person)
10. Staf Pemasaran Buku (2 Person)
11. Staf Pemasaran produk-produk percetakan (4 person)
12. Staf Adm (1 person)

Persyaratan:
*Muslim atau Muslimah berkepribadian baik.
*Berpengalaman dan memiliki kompetensi di masing-masing bidang.
*Memiliki Idealisme, Visi dan Misi Mencerdaskan Umat dan Bangsa
*Memiliki Dedikasi, Semangat dan etos kerja yang tinggi.
*Siap kerja dengan target dan di bawah tekanan (proporsional) .
*Bukan Perokok
*Bermazhab Ahli Sunnah wal Jamaah.

Bagi ikhwan dan akhwat yang berminat, bisa mengirimkan CV lengkap ke Bpk Sigit Bagian Manajemen ADAM PUBLISHING di alamat berikut:
:
ADAM PUBLISHING
Jl. Kalibata Selatan No. 16 Pasar Minggu Jakarta Selatan
Telp. 021.79195611, Hp: 081393587488

MOHON MAAF LOWONGAN SUDAH DITUTUP

Mizan Publishing House bekerjasama dengan
MP Book Point Jakarta
Mempersembahkan

LAUNCHING BUKU:
BUKTI CINTAKU PADAMU
(TATKALA JILBAB BUKAN PENJARA)

Pembicara :
Astrie Ivo (Artis & Penulis)
Ust. Jefri Al-Bukhori (Da’i)
Pemandu Acara:
Cici Tegal (Artis)

Senin, 21 April 2008
Pkl. 12.30 – 15.00
MP. BOOKPoint
Jl. Puri Mutiara Raya No.72
Cipete – Jakarta Selatan
Shery: 021-75910212

Sinopsis
Aku Betul-betul malu kepada Dia Yang Maha Kasih. Ternyata, ibadahku selama
ini masih kurang. terutama ketika aku baru memahami ayat-ayat cint-Nya
tentang berhijab. Tentu saja hal ini membuatku tenang dan merasa dibayangi
perasaan berdosa. Aku berusaha memenuhi perintah-Nya dengan meminta restu
kepada keluarga dan orang-orang tercinta.

Namun perjuanganku tidaklah semudah yang kubayangkan — banyak rintangan dan
halangan yang ternyata semakin menguatkanku untuk berjilbab.

Itulah salah satu kisah perjuangan astrie Ivo dalam menjalankan ibadah yang
sejati. Lebih tepatnya, buku ini sebagai bukti cintanya kepada Sang Maha
Rahman dan Rahim. Dengan bahasa tutur dan kejujurannya dalam berkisah,
membuat kita secara tidak langsung akan merasakan manfaat dari tapak-tapak
perjuangan Astrie Ivo. Inilah Bukti Cintaku Padamu.

Sesungghnya kecantikan wanita yang hakiki ada di selembar kain yang menutupi
mahkota rambut indahnya …jilbab… dan Astrie Ivo adalah salah satu wanita
yang dipandang cantik, tapi tidak berujung pada Syahwat.
– Ust. Jefri Al-Bukhori

Melalui pengalamannya yang sangat menarik, menjadi motivasi Muslimah untuk
berkerudung!
– Inneke Koesherawati
Artis dan Presenter

suported by RABBANI

——-
Promosi
Mizan Pustaka (Mizan Publishing)
Jl. Cinambo 135 Cisaranten Wetan, Bandung 40294
Tel. 62-22-7834310 Faks. 62-22-7834311
Website: http://www.mizan.com

Diambil dari republika.co.id

Laman Berikutnya »