Pameran Buku


Pemerintah Kota Pekalongan sekarang ini mulai peduli dengan pendidikan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kegiatan-kegiatan bersifat pendidikan yang diselenggarakan Pemkot, salah satunya adalah Pameran Buku Murah yang diadakan sebanyak dua kali dalam setahun.

Pada pemeran yang bertempat di Jl. Jetayu ini, banyak diikuti oleh penerbit-penerbit di antaranya: Gramedia, Diva Press, GIP, dan lain-lain. Pemeran kali ini berlangsung pada tanggal 3-8 Desember 2009.

Saat melihat-lihat pameran ini, ada sedikit perbedaan dengan pameran yang diselenggarakan di kota-kota besar. Jika di kota-kota besar yang diburu adalah buku yang best seller, tetapi kalau di sini yang banyak diburu adalah buku-buku murah.

Saya sendiri juga berburu buku murah untuk koleksi perpustakaan pondok pesantren Syafii Akrom Jenggot Pekalongan. Dengan berbekal uang 90.000 dapat 12 buku yang bagus-bagus dan tebal-tebal. Salah satunya adalah terbitan Diva Press dan buku-buku yang dijual Rp. 5000-an.

Mudah-mudahan pameran seperti ini selalu diselenggarakan oleh Pemkot, karena manfaatnya sangat banyak sekali, apalagi di kota Pekalongan sebenarnya banyak peminta buku, tetapi karena tidak ada toko buku besar di sini, jadi kadang ketinggalan info-info buku menarik.

poster1Tadi siang, Jum’at 14 Nopember 2008, saya bersama kawan-kawan di kantor mengunjungi pameran buku Indonesia Book Fair 2008 di Jakarta. Setelah melalui pintu masuk utama, pukul 10.00 kami menuju ke pameran buku. Di sana sudah disambut oleh dua stand besar dari penerbit terkemuka, Kompas-Gramedia dan Tiga Serangkai.

Desain stand yang terkesan elegant membuat suasana perbukuan lebih mencair, tidak terkesan streng ataupun menakutkan. Buku-buku baru juga dipajang sebagai buku unggulan. Saya tertegun saat melintasi stand, ternyata buku-buku tentang Obama sebagai presiden sudah beredar. Padahal kita tahu, Obama baru terpilih sepuluh hari yang lalu. Tapi luar biasa kreatifnya penerbit buku dan begitu dinamisnya mereka menggarap moment ini dengan segera menerbitkan buku tentang Obama yang menjadi presiden. Saya rasa, penerbit sudah jauh-jauh hari mempersiapkan buku ini, dan ketika benar Obama menang, buku itu digarap dan dicetak dengan cepat, untuk memburu moment.

Ada juga yang menginspirasi dari jalan-jalan ini yaitu Al-Qur`an yang diterbitkan Syamil. Al-Qur`an tersebut diterjemahkan per kata. Jadi, setiap ayat di bawahnya dituliskan terjemahnya dalam bahasa Indonesia. Kabarnya, Al-Qur`an ini sangat laris sehingga di toko buku juga banyak yang sudah kehabisan.

Setelah mengitari ruangan pameran buku, sehabis menunaikan shalat Jum’at kami beralih menuju pameran komputer. Di pameran ini untuk masuk harus bayar tiker masuk gocap (5 ribu). Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya gratis. Kenapa harus bayar? Mungkin, menurut perkiraan saya, para pengunjung ke situ karena ingin menikmati “pemandangan indah” dari SPG yang cantik-cantik dan berpenampilan se-mini mungkin. Sebenarnya hati melarang memandang, tapi mata ini terkadang tidak patuh dengan perintah tuannya, dan kami pulang dengan beristighfar berkali-kali.

posterSeperti biasanya, menjelang pameran besar penerbit bersiap-siap menyambut moment tersebut dengan membuat buku baru atau melaunching buku andalannya. Pada Indonesia Book Fair 2008 kali ini, para penerbit besar ikut andil. Di antaranya Gramedia, Mizan, Grafindo dan Pustaka Al-Kautsar.

Persiapan penerbit menyambut pameran biasanya dilakukan jauh-jauh hari, terutama tentang buku apa yang akan diterbitkan. Pustaka Al-Kautsar misalnya, pada Indonesia Book Fair 2008 ini telah mempersiapkan buku The Great Leader of Umar bin Al-Khathab. Buku setebal 900-an halaman ini berisi tentang biografi lengkap Khalifah Ketiga, Amirul Mukminin Umar bin Al-Khathab.

Adapun Penerbit Hujjah Press sudah sedari awal mempersiapkan buku yang cukup kontroversial yaitu Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang Kaum Homoseksual. (lebih…)

Pada pameran Indonsia Book Fair 2008 kali ini akan menampilkan kebudayaan Minangkabau, Sumatera Barat. Pada Indonesia Book Fair sebelumnya telah ditampilkan budaya Irian Jaya, dan kebudayaan dari propinsi-propinsi Indonesia lainnya.

Di Tengah resesi global akibat kredit perumahan di Amerika yang “salah urus” ini, industri penerbitan buku akan diuji. Apakah tetap survive ataukah justru terpuruk. Sekarang ini dampak resesi global sudah mulai dirasakan, terutama oleh golongan the have. Selain harga saham yang turun, juga nilai tukar rupiah yang melemah hingga tembus Rp. 11.000 per dolar. Tak pelak, hal ini akan berpengaruh pula terhadap daya beli masyarakat, sehingga “buku mahal” akan sulit terjangkau.

Biasanya, penerbit kecil di pameran Indonesia Book Fair tidak terlalu antusias. Selain karena sewa stand yang mahal, juga biasanya pengunjung tidak terlalu membludak seperti halnya Islamic Book Fair ataupun Pesta Buku Jakarta. Biasanya pameran ini lebih bertujuan untuk mempromosikan buku dan mengangkat image penerbit. Karena, jika mengandalkan pada hasil penjualan selama pameran, akan sulit menutup biaya operasional. Ataupun jika untung, tidak terlalu melimpah. Beda halnya dengan Islamic Book Fair, yang hasil penjualannya selama pameran sangat menyenangkan hati.

Namun, semua itu tidak menyurutkan niat penerbit untuk mencerdaskan bangsa sambil “berdagang ide”. Pustaka Al-Kautsar misalnya, kali ini akan menampilkan buku-buku andalannya seperti: Inspiring Women, The Lady di Conspirasy, Umar The Great Leader, dll. Tak kalah hebohnya adalah buku kontroversial berjudul Mengungkap Rahasia Jaringan Cinta Terlarang Kaum Homoseksual. Buku yang membongkar fenomena homoseksual di Indonesia, baik melalui jaringan nyata maupun jaringan maya, pastinya akan sangat menarik dibaca, terutama sejak mencuatnya kasus mutilasi Very Idam yang dikenal dengan Ryan.

Mari kita sama-sama mengunjungi Indonesia Book Fair yang akan digelar mulai tanggal 12 hingga 16 Oktober, bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC). Buka mulai pukul 10.00 hingga 21.00. Keterangan selengkapnya dapat dilihat di website resminya (sayangnya berbahasa Inggris) di www.indonesiabookfair.com Adapun lokasi stand dapat dilihat sini


Perhelatan Pesta Buku Jakarta semakin hari kian meriah. Banjir buku dengan beraneka tema mewarnai pameran buku yang diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta pada 28 Juni sampai 6 Juli 2008 ini. Buku-buku bertemakan wanita, keluarga, sampai novel dan buku anak meramaikan suasana.

Salah satu yang menarik pada pesta buku kali ini adalah hadirnya buku-buku tentang percintaan ala Kamasutra. Uniknya lagi, yang menerbitkan adalah penerbit buku Islam yang selama ini kerap mengenalkan indahnya Islam kepada masyarakat. (lebih…)

Jakarta, Senayan. Dengan empat kali tabuhan kendang berwarna biru, Gubernur provinsi DKI Jakarta, Dr.Ing.H.Fauzi Bowo secara resmi membuka Pesta Buku Jakarta (PBJ) 2008 di ruang Anggrek Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (28/6) pagi. (lebih…)

Ungkapan itu kini diwujudkan panitia penyelenggara Pesta Buku Jakarta (PBJ) 2008, yakni dengan membuka fasilitas kasir bersama untuk pembayaran non tunai.Tujuannya untuk mempermudah para pengunjung yang ingin melakukan trnsaksi pembelian hari itu.
Jenis kartu pembayaran non tunai yang dapat digunakan adalah kartu debit BCA maupun kartu kredit VISA dan MASTER dari berbagai bank.

(lebih…)

Laman Berikutnya »