Februari 2008


Hari-hari ini penerbit buku Islam sedang sibuk menyiapkan segala sesuatunya menyambut pameran buku Islam terbesar di Indonesia, bahkan bisa dibilang di Asia Tenggara. Sebelumnya, stand pameran sudah habis dipesan jauh-jauh hari sebelum pameran, bahkan banyak yang tidak kebagian stand. Sebab, ada beberapa penerbit yang mengambil lebih dari stand, misalnya I’tisham (9), dan IBS (8). Sementara Pustaka Al-Kautsar “hanya” mengambil 5 stand saja.
Kesibukan menjelang pameran terlihat dari masing-masing penerbit yang menyiapkan buku baru. Al-Kautsar misalnya, menyiapkan 10 judul baru pada pameran kali ini. Sementara itu, kabarnya Mirqat menyiapkan 50 judul buku baru. Selain buku baru, kesibukan juga terlihat pada bagian marketing yang bertugas untuk mengurus stand pameran dan membuat promosi serta iklan. Baik iklan di media massa maupun iklan gratis lewat mailing list. Juga pembuatan katalog penerbit, pembuatan Back Drop, maupun desain stand pameran tak kurang menguras energi. Yang paling kelabakan tentunya bagian percetakan, karena diburu untuk segera menyelesaikan tugasnya dalam tempo sesingkat-singkatnya (seperti Proklamasi aja kalee ya)
Untuk bagian redaksi, alhamdulillah tidak mengalami hambatan yang berarti. Target 10 buku baru sudah terealisasi dan tinggal menunggu “bom” dari buku yang dibuat. Pustaka Al-Kautsar setidaknya menerbitkan dua buah “buku panas” yang akan menghangatkan pemikiran Islam di tanah air. Buku tersebut adalah Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat karya Hartono Ahmad Jaiz yang bukan hanya menyerang orang-orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi, juga menyerang “aliran sesat” yang menurut penulisnya tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur`an dan hadits.
Sementara itu, buku kedua yang tidak kalah panasnya adalah “Belajar Dari Akhlak Ustadz Salafi” yang ditulis oleh Abduh Zulfikar Akaha. Sepintas, judul buku ini sangat sopan, tetapi isinya membuat merah padam kelompok lain. Ada yang berkomentar, buku ini luarnya rahmat, tetapi dalamnya azab!
Silahkan datang ke pameran ini dan manfaatkan peluang pameran ini sebagai sarana menimba ilmu melalui buku.

Berikut ini acara Islamic Book Fair 2008 yang akan berlangsung sepuluh hari, dari tanggal 1 Maret-9 Maret di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Kebetulan saya nanti kebagian tugas jaga pada hari Jum’atnya.
Ditunggu kehadirannya ya…!
Sabtu, 1 Maret 2008
10.00-12.00 Pembukaan 7th Islamic Book Fair (Panggung Utama)
Hiburan Debu
13.00-15.00 25 Tahun Mizan Menjelajah Semesta (Panggung Utama)
Bersama: Asma Nadia, dkk.
13.00-15.00 Bedah Buku “Muhammad Saw Super Leader Super Manager” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Dr. M. Syafii Antonio
16.00-18.00 Bedah Buku “Oktober 2015 Imam Mahdi akan Datang” (Panggung)
Pembicara: Ir. Sayuti Asatiri (Wakil Komisi II DPR)
19.00-21.00 Talkshow bersama K.H Abu Bakar Baasyir & Abu Jibriel (Panggung)
Ahad, 2 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku “Hikayat Doa” (Panggung)
Pembicara: Syu’bah Asa, KH. Abdurrahman Wahid
Chaerul Umam
10.00-12.00 Talk Show ” Mengungkap Konspirasi Asing di balik Aliran Sesat” (Ruang Anggrek)
Bersama: Munarman SH (Mantan Ketua YLBHI)
Muhammad Al Kahththath (Sekjen FUI)
Prof. DR. Nasarudin Umar* (Dirjen Bimas Islam)
13.00-15.00 Bedah Buku ” Mossad Behind Every Conspiracy” (Panggung)
Bersama Herry Nurdi
13.00-15.00 Bedah Buku “Magnet Muhammad” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Bambang Trimansyah
16.00-18.00 Bedah Buku ” Kebebasan Financial” (Panggung)
Pembicara: Ahmad Gozali19.00-21.00 Bedah Buku “The Power of Al-Fatihah” (Panggung) Pembicara: Prof. DR. Ir. M. Amin Aziz

Senin, 3 Maret 2008
08.30-12.00 Field Trip SD & TK (Ruang Anggrek & Outdoor)
10.00-12.00 Talk Show “Khilafah Centre” (Panggung)
13.00-15.00 Talk Show Bank Syariah Mandiri (Panggung)
13.00-15.00 Talk Show ” Marketing Strategi” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Fredy Rangkuti
16.00-18.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat” (Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Nasarudin Umar
DR. Hidayat Nurwahid. MA (Ketua MPR)
16.00-18.00 Bedah Buku “Hukum Waris” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Subhan Nurmahmudi & Boby Herwibowo
19.00-21.00 Talk Show “Smart Healing, Kiat Hidup Sehat Menurut Nabi”Bersama: Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf
Selasa, 4 Maret 2008
10.00-12.00 Diskusi dan Demo Interaktif : SEFT (Panggung)
Bersama : Ahmad Faiz
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Soft Launching Format Baru Majalah Sabili (Panggung)
13.00-15.00 Seminar “Copyright”
16.00-18.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalamPolitik” (Panggung)
Bersama: Anis Baswedan, Ph.D
16.00-18.00 Talk Show “Mengenal Allah dengan Cinta” (Ruang Anggrek)
Bersama: Ummu Ghaida Muthmainnah & Ira Istadi
19.00-21.00 Talk Show “Debu” (Panggung), Bersam Grup DEBU

Rabu, 5 Maret 2008
10.00-12.00 Tausiyah oleh Syekh Muhammad Sayid Sabiq (Penulis Buku Fiqih Sunnah) – Panggung
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalam Pendidikan” (Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Arief Rachman M.Pd & Setia Darma Majid 16.00-18.00 Talk Show Majalah Gontor (Panggung)
Bersama: K.H Abdullah Syukri Zarkasy
16.00-18.00 Peluang Promosi di Media Cetak (Ruang Anggrek)
Bersama: Irwan Kelana (Wartawan Republika)
19.00-21.00 Semifinal Festival Nasyid (Panggung)

Kamis, 6 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku “Perspektif Islam dalam Kristologi” (Panggung)
Bersama: Ust. Solichan & Adian Husaeni MA.*
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Bedah Buku “Aisyah & Maisyah” (Persiapan Keuangan Menuju Pelaminan) – Panggung
Bersama: Ahmad Gozali
16.00-18.00 Talk Show “Menggapai Mimpi bersama Laskar Pelangi”(Panggung)
Bersama: Andrea Hirata
16.00-18.00 Training Insight “Membangun Pribadi Sukses & Launching CD Interaktif Insight” (Ruang Anggrek)
Bersama: BS Wibowo
19.00-21.00 Semifinal Festival Nasyid (Panggung)
Jum’at, 7 Maret 2008
10.00-12.00 Talk Show “Majalah Ummi & Annida”
Bersama: Ust. Yusuf Mansyur (Panggung)
13.00-15.00 Bedah Buku “Nazharat Fi Risalah Ta’lim” (Panggung)
Bersama: Ust. Faridh Dhofir & Muhammad. Syamlan
13.00-15.00 Bedah Buku “Bercermin kepada Bening” (Panduan Taubat untuk Wanita) – Ruang Anggrek
Bersama: Anneke Putri
16.00-18.00 Bedah Buku “Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang Salib” (Panggung)
Bersama: Adian Husaeni MA. & Asep Sobari Lc.
16.00-18.00 Bedah Buku “Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Agama” (Ruang Anggrek)
Bersama: Hartono Ahmad Jaiz & Ust. Kholil Ridwan (MUI)
19.00-21.00 Tafsir Imam Syafi’i (Panggung) Bersama: Syeikh Ahmad Mustafa Al- Farran

Sabtu, 8 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku Rame-rame “Kelompok Penerbit Pro-U Media” (Panggung)
Bersama: Salim A Fillah, M. Fauzil Adhim, Fatan Fantastic,
Budi Hartono, Mas Udik Abdulah, Nazip Masykur
13.00-15.00 Talk Show Penerbit Zikrul Hakim (Panggung)
13.00-15.00 Training “Speed Reading & Launching CD Interaktif SpeedReading” (Ruang Anggrek)
Bersama: Erwin Kurnia Wijaya S.Pd
16.00-18.00 Bedah Buku “Eramuslim Digest” (Panggung)
Bersama: Rizki Ridyasmara
16.00-18.00 Launching Film Ayat-ayat Cinta (Ruang Anggrek)
Bersama: Artis-artis Film Ayat-ayat Cinta
19.00-21.00 Grandfinal Festival Nasyid (Panggung)

Ahad, 9 Maret 2008
10.00-12.00 Talk Show ESQ “Kids & Parenting (Panggung) Trainer ESQ Kids & Ibunda Ari Ginanjar
10.00-12.00 Talk Show “Bismillah Aku Berjilbab” (Ruang Anggrek)
Ustz. Dedeh Rosyidah (Mamah Dedeh) & Cici Tegal
13.00-15.00 Bedah Buku “Aisyah the True Beauty” (Panggung)
Bersama Marissa Haque
13.00-15.00 Bedah Buku “30 Shirah Tokoh Wanita Thabi’in” (RuangAnggrek)
Bersama: Ust. Faridh Dhofir
Ustz Siti Fathiyah Khotib. Lc, MA.
16.00-18.00 Konser Nasyid Akbar & Musikalisasi Puisi (Panggung)
Bersama: Shoutul Harokah, Ar Ruhul Jadid, Izzatul Islam,
Thaufail Al Ghifari, Ust. Jambary, Taufik Ismail
I.R. A, Samurai Syuhada
16.00-18.00 Ilusi Demokrasi (Ruang Anggrek), bersama Zaim Saidi
18.15-19.00 Pengumuman Stand Terbaik (Panggung)
19.00-21.00 Tausyiah “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat” (Panggung)
Bersama: KH Abdullah Gymnastiar

(Oleh Hernowo)
Saya menganggap buku itu seperti makanan. Jika ada makanan yang bergizi, ada juga buku yang bergizi. Yang saya maksud buku yang bercahaya adalah buku yang bergizi. Kebergizian buku, menurut saya, terletak pada kualitas bahasa tulisnya. Apa pun tema yang diusung sebuah buku, jika bahasanya semrawut, tidak tertata, tidak “menggerakkan” pikiran, dan tidak juga menyentuh emosi (alias bahasa tulisnya tidak indah), buku itu akan menggelapi pembacanya.
Apa pun jenis buku yang ingin kita buat—termasuk juga buku pelajaran atau buku panduan untuk bahan pengajaran di sekolah—tetap dapat kita tampilkan menjadi buku yang bercahaya. Di samping soal bahasa tulis yang layak untuk mendapatkan titik tekan, kita juga harus memerhatikan secara saksama tentang pengemasan. Misalnya, bagaimana memadukan “bahasa kata” dan “bahasa rupa”, serta bagaimana agar ketika buku itu dibaca, buku tersebut dapat merangsang seluruh area otak pembacanya.
Bagaimana agar kita—sebagai penerbit, editor, proofreader, penulis—dapat menghasilkan buku yang bercahaya? Sebelum saya memberikan kiat-kiat menghasilkan buku yang bercahaya, saya akan menunjukkan terlebih dahulu manfaat buku yang bercahaya. Semoga dengan menghadirkan deretan manfaat sebuah buku yang bercahaya, kita kemudian terdorong (termotivasi) untuk menerapkan, secara kontinu dan konsisten, kiat-kiat menghasilkan buku yang bercahaya.
Manfaat Buku yang Bercahaya
Pertama, membangkitkan minat orang untuk membaca. Teks yang gelap (ruwet dan hampa) akan membuat si pembaca kelelahan dalam memahami teks tersebut. Sebaliknya, teks yang terang-benderang atau bercahaya akan membuat si pembaca senang dan bergairah untuk mencerna teks tersebut meski teks itu memendam persoalan yang pelik. Bayangkan jika banyak orang tertarik untuk membaca karena mendapatkan teks-teks bercahaya yang menyenangkan mereka.
Jadi, teks yang bercahaya akan membuat seseorang senang. Meminjam istilah dalam psikologi, teks-teks yang bercahaya akan menjadikan seseorang mampu membangun emosi positif. Menurut para pakar otak, emosi positif akan membuat otak dapat bekerja secara maksimal. Sementara itu, emosi negatif (yang diakibatkan oleh teks-teks yang gelap) akan membuat seseorang menggunakan otak paling rendah ketika berpikir, yaitu otak reptil yang reaktif (hadapi atau lari).
Kedua, menggairahkan orang untuk berpikir keras. Kepuasaan membaca itu akan dirasakan oleh seorang pembaca apabila, usai membaca, si pembaca memperoleh makna atau sesuatu yang mencerahkan, menggerakkan, dan membuka lebar-lebar pikiran. Jika teks itu hampa, tidak menghadirkan apa-apa, kerja keras pikiran dalam mencerna teks itu akan sia-sia. Nah, kerja keras pikiran akan menghasilkan sesuatu yang bermakna jika makna itu dibawa oleh teks yang tertata, teks yang bercahaya.
Apa efek dari tergairahkan, tercerahkan, dan terbukanya pikiran oleh teks yang bercahaya? Ada kemungkinan, orang yang mengalaminya akan mengabarkan kepuasan membacanya kepada orang lain. Artinya, buku yang dibacanya akan disebarkan dan dikabarkan ke orang-orang lain. Yang lebih dahsyat, efek dari hal ini adalah munculnya ide-ide baru dari diri orang yang mengalami pencerahan tersebut.
Ketiga, membagikan ilmu secara sangat efektif. Dalam Islam, ilmu yang bermanfaat diibaratkan sebagai sesuatu yang bercahaya. Buku adalah sarana paling efektif untuk membagikan ilmu yang bagaikan cahaya itu. Lewat buku, seseorang diajak untuk berpikir mendalam. Lewat buku pula seseorang tidak hanya memahami sesuatu hanya kulitnya. Dan lewat buku pula, seseorang dirangsang untuk memperkaya pemerolehan ilmunya (karena di dalam buku akan disebut sumber-sumber tepercaya yang dirujuk oleh si penulis buku).
Jadi, buku adalah sarana yang paling tepat untuk membagikan ilmu yang bermanfaat. Tetapi, apa jadinya, jika bahasa tulis yang digunakan oleh buku tersebut tidak bercahaya alias gelap-pekat? Apakah ilmu yang bercahaya itu akan dapat diserap oleh para pembacanya? Apakah peran buku sebagai pengedar ilmu akan bisa dimainkannya? Betapa ruginya si buku tersebut jika di dalamnya ada ilmu yang bercahaya, tetapi bahasa buku itu gelap-pekat?
Menghasilkan Buku yang Bercahaya
Saya tidak akan menyajikan kiat-kiat dalam bentuk praktis. Saya akan menyajikan kiat-kiat dalam menghasilkan buku yang bercahaya secara bercerita. Cerita pertama datang dari seorang doktor filsafat yang mencintai buku dan kegiatan menulis. Sang doktor ini bernama Mulyadhi Kartanegara. Di antara belasan karya berbobotnya, mencuat satu buku karyanya yang unik. Judulnya Seni Mengukir Kata. Dalam buku itu, dia bercerita, “Menulis sebagai seni, pada dasarnya sulit untuk dikuasai hanya berdasarkan teori. Ia memerlukan pengalaman, latihan-latihan, dan panduan-panduan yang ditulis oleh para penulis yang berpengalaman sehingga memiliki keinsafan dan kesadaran penuh akan problem-problem praktis yang sering dialami opleh para calon penulis.”
Cerita kedua datang dari seorang ahli linguistik bernama Stephen D. Krashen. Dr. Krashen menulis buku berjudul The Power of Reading. Buku ini berisi hasil-hasil risetnya tentang kedahsyatan membaca. Dalam salah satu halaman di bukunya itu, dia menulis sesuatu yang layak kita perhatikan secara saksama, “Akhirnya, kesimpulan saya sederhana. Jika seseorang mampu membaca dengan rasa senang, mereka akan memperoleh, secara tidak sengaja dan tanpa usaha yang dilakukan dengan sadar, hampir semua hal yang disebut ‘keterampilan berbahasa’. Mereka akan menjadi pembaca andal, mendapatkan banyak kosakata, mengembangkan kemampuan untuk memahami dan menggunakan susunan kalimat yang bermacam-macam, mengembangkan gaya penulisan yang bagus, dan mejadi pengeja yang hebat (meski tidak sempurna)… Hasil-hasil riset dengan jelas menunjukkan bahwa kita belajar menulis lewat membaca.”
Cerita ketiga berasal dari Elizabeth Winthrop. Dia berkata demikian, “Membacalah sebanyak-banyaknya. Belajarlah dari para pengarang yang terdahulu. Perhatikan bagaimana mereka menggunakan keahlian mereka. Penulis tak ubahnya seorang tukang kayu. Kita pun punya kotak peralatan yang berisi kosakata, tanda baca, struktur kalimat, sudut pandang, dan lain-lain. Semua ini adalah alat di dalam kotak peralatan kita. Semakin banyak Anda membaca, semakin banyak alat yang Anda miliki untuk ‘mendirikan bangunan’ cerita Anda. Maka teruslah membaca.”
Jadi, merujuk ke ketiga cerita di atas, menurut saya, seseorang yang ingin menghasilkan buku yang bercahaya—apakah itu penulis, editor, ataupun proofreader—dia perlu menjalankan kegiatan membaca yang “memperkaya” dirinya. “Memperkaya” yang saya maksud di sini, terutama, adalah memperkaya diri dengan kata. Membaca memang bisa mejadikan seseorang memiliki kekayaan selain kata, misalnya ilmu.Namun, saya ingin menekankan benar bahwa hanya dengan membacalah diri kita akan kaya raya dengan kata. Semakin banyak kita membaca, semakin banyak pula kata-kata yang masuk ke dalam diri kita. Merujuk ke pandangan Mulyadhi Kartanegara, membaca juga bermakna belajar kepada penulis lain tentang pengalaman menulis. Persoalannya sekarang, bagaimana agar diri kita benar-benar kaya akan kata-kata? Karena, setahu saya, ada juga orang yang sudah melakukan kegiatan membaca, namun ternyata dirinya tidak kaya akan kata-kata dan tidak mampu menyerap pengalaman-berharga penulis lain..
Nah, inilah kiat-kiat saya untuk menjadikan membaca sebagai kegiatan memperkaya dengan kata dan pengalaman penulis lain:
Pertama, temukanlah buku yang bercahaya atau “bergizi”.
Kedua, gunakan AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku?) ketika ingin menjalankan kegiatan membaca.
Ketiga, jalankan kegiatan membaca secara “ngemil”.
Keempat, libatkan diri-pribadi (subjektivitas) Anda.
Kelima, “ikatlah” makna yang diperoleh dari membaca.
Kiat terakhir adalah kiat yang saya sebut sebagai “mengikat makna”. Kiat inilah yang akan membuat seorang pembaca dapat menjadikan kata-kata yang telah diserapnya itu menyatu dengan dirinya. “Mengikat” berarti menuliskannya. “Makna” adalah sesuatu yang sangat penting dan berarti bagi diri pribadi. Jadi, “mengikat makna” adalah kegiatan menulis, seusai membaca, di mana yang ditulis atau “diikat” adalah sesuatu yang mengesankan atau memberikan manfaat luar biasa bagi sang diri.
Demikianlah, semoga bermanfaat.
Diambil dari www.mizan.com

Untuk meningkatkan penjualan atau sebagai prestise sebuah buku, terkadang perlu adanya testimoni dari tokoh ataupun artis. Begitu pula sebagai penguat bahwa buku tersebut bukan “buku biasa” perlu ada kata pengantar dari seorang pakar atau akademisi. Lantas, bagaimana sebenarnya posisi pengantar atau testimoni itu? Berikut ini jawaban dari pakar dunia perbukuan, Bambang Trim,
“Pengantar atau testimoni semacam ‘pemanis’ bagi buku untuk lebih menguatkan positioning buku. Efeknya hampir sama dengan blurb pada halaman sampul belakang atau sales copy. Ibaratnya kalau jamu tolak angin menggunakan ikon Rhenald Kasali dan Sophia Latjuba sebagai bintang iklan yang merekomendasikannya , pengantar atau testimoni tokoh pun demikian.
Sedangkan untuk mengukur mana yang lebih kuat, pengantar atau testimoni, menurut saya dua-duanya bisa sama kuatnya. Cuma pengantar lebih lengkap membahas isi, pujian, dan rekomendasi membaca buku. Testimoni hanya berupa pendapat singkat, tetapi kalau yang memberikannya adalah tokoh-tokoh bereputasi dan banyak, bisa jadi lebih kuat dari kata pengantar.”
So, bagi penulis sebelum bukunya dilaunching, alangkah baiknya jika melengkapi prestise bukunya dengan kata pengantar atau testimoni, supaya pembaca atau calon pembeli ketika sepintas melihat buku tersebut, langsung menilai buku tersebut bukan “buku kacangan”.

Alhamdulillah, tanggal 9 Februari 2008 kemarin, kita mengadakan Work Shop Penulisan dan Penerbitan. Pesertanya lumayan juga ada 20-an orang.
Berikut daftar kawan-kawan yang sudah mengikuti workshop tersebut.

Ja’far sabari MGT. H 11 No. 15 Bekasi 8138479xxx
Mustawa Cengkareng 8569974xxx awa_egant@yahoo.com
Akmaludin Jl.Limo RT/RW 08/010 Keb. Lama 81519321XXX mall_udin@yahoo.com
Billy Antoro Duren Sawit 8569731XXX billy_antoro@gmail.com
Elly Lubis Jatibening 8159680XXXX elly_sastra_ui@yahoo.com
Husnul Khotimah Cipinang Muara 85216939XXXX husnul_26@yahoo.com
Rukiyah Klender 8170105XXX ruqyah_80@yahoo.co.id
Masrukhin Cempaka Putih 8888162XXX cak_rukhin@yahoo.com
M. Husnul Jl. Pisangan Lama III RT 01 / 07 No.3 85216427XXX mochusni@yahoo.com
Rusdin s. Rauf Otista 81381299XXX rusdin_kutubuku@yahoo.com
Wahyu Bekasi 8155521XXX wahyu_otree@yahoo.com
Hayyu Alynda Halim PK. Jaktim 2192223XXX hayyu_alynda@yahoo,com
Ika N. Krshnayanti Komp. MPR Cilandak Jaksel 12430 8128387XXX ikank@yahoo.com
Ani Purwati Jl. Pancoran Barat III No.12 Pancoran Jaksel 81932898XXX apurwati378@yahoo.com
Rina Jl. Batu Ampar 7 No. 12 Rt 04 /02 Kr Jati Jaktim 8179892XXX rina_uud75@yahoo.com
Lutfi Avianto Jl. Inerbang II No. RT 001/03 Kel Tengah Kramat Jati Jaktim 085691792XXX
/ 91383741 penulishebat@yahoo.com
Nur Kholis Ridwan – indonesia
M. Ali Jl. Bekasi Timur VI RT 04/10 No. 4 Jaktim 81311036XXX muhamadali@yahoo.com
Yasir Maqosid Jl. Balai Pustaka Baru N0. 9 Rawamangun Jaktim 081542179XXX yasir.maqasid@gmail.com

Nomor kontak sengaja disamarkan, supaya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab 🙂
Jika ada pertanyaan silahkan kirim e-mail ke yasir.maqosid@gmail.com

Mizan melakukan konvergensi media. Sejak 2001, Mizan telah melakukan uji coba. Saat itu, yang pertama dilakukan adalah eksperimen penerbitan e-book, 2001. ”Waktu disediakan secara cuma-cuma, sambutan masyarakat sangat baik. Server kami sampai down, lantaran banjirnya pembaca yang ingin mengunduh buku,” tutur Wakil Direktur Utama bidang Operasi Mizan Publika, Putut Widjanarko, di Jakarta, Kamis (14/2).

Kemarin, penerbit ini telah meluncurkan lima cara penyebaran informasi melalui konvergensi media. Yakni, Mizan-Google Book Search, http://www.mizan.com, Mizan e-Book, Mizan Fonovela, dan Mizan Talking Book.

Mizan-Google Book Search, misalnya. Bekerja sama dengan mesin pencari internet Google, menyediakan akses buku-buku terbitan Mizan Grup yang menyimpan isi dari ratusan buku. Menurut Putut, ini cara penjualan yang baik, terutama buku-buku yang lama karena toko buku memiliki ruang yang terbatas. ”Di luar negeri sudah banyak kisah sukses keterlibatan penerbit dalam Google Book Search, terutama untuk pemasaran buku-buku back titles yang biasanya relatif susah didapatkan di toko buku,” ujarnya.

Akan halnya http://www.mizan.com, situs ini memberikan informasi tentang dunia perbukuan. Mizan e-Book menyediakan buku digital tiga dimensi yang dapat diunduh melalui internet dengan format seperti buku biasa yang dapat dibuka halaman per halaman, layaknya membaca buku.

Mizan Fonovela memungkinkan novel-novel favorit bisa diakses melalui telepon seluler. Sedangkan Mizan Talking Book menghadirkan buku-buku dalam format talking book, dengan menyajikan suara di halaman-halaman buku. ”Teknologi baru telah memungkinkan konvergensi antara teknologi cetak dan digital sehingga buku-buku bisa dihadirkan dengan lebih interaktif dan bersifat multi media,” tutur Putut.

Kian beragam
Suatu kali, acara Republik Mimpi News dot Com di salah satu stasiun televisi menayangkan penggunaan internet yang murah meriah. Alatnya sederhana: Hanya menggunakan wajan dan antena kaleng. Pengguna tak perlu merogoh kocek lebih dalam hingga mesti mengeluarkan uang lebih dari Rp 1 juta untuk bisa berselancar di internet bersama tetangga.

Menariknya, di acara itu dihadirkan Onno W Purbo PhD, pelopor internet sederhana –yang disebut RT/RW-Net– tersebut. Pakar teknologi informasi ini menjelaskan cara membuatnya. Penjelasan Onno disertai peragaan menggunakan laptop.

Selesai penayangan, pekerjaan para kru acara selesai. Tapi, tidak bagi Onno. Kehadirannya di acara Republik Mimpi itu justru memberinya kesibukan baru. Tidak kurang dari 6.000 surat elektronik yang masuk ke e-mail-nya, minta penjelasan. Apa boleh buat, ia mesti membalas surat-surat tersebut dengan mengirimkan naskah penjelasan detail yang tersimpan di komputernya. ”Saya sampai kolaps,” tuturnya saat berbicara pada peluncuran Mizan New Media di Jakarta, Kamis (14/2) lalu.

Onno, tentu saja, tak ingin berbagi keluh atas kerepotannya menjawab e-mail. Pakar teknologi informasi Indonesia yang dikenal sebagai pelopor VoiP Rakyat dan RT/RW-Net ini mengungkapkan pengalaman itu berkaitan dengan era konvergensi media. Era media menjadi kian beragam. ”Itu tidak bisa dikaver media Anda,” tuturnya di depan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang hadir di acara tersebut.

Menurut Onno, penayangan di televisi dan pemuatan di media cetak belum cukup untuk memberikan penjelasan secara rinci materi semacam itu. ”Karena tidak ada segmen yang bisa dimasuki, terpaksa intervensi langsung (lewat e-mail),” ucapnya.

Media, jelas Onno, tidak banyak menolong untuk berinteraksi dengan pembaca dan pemirsanya. Karena itu, interaksi terpaksa dilakukan dengan internet. Bagaimanapun, menurut dia, masing-masing media punya segmen sendiri-sendiri. ”Kalau semuanya (media cetak, televisi, dan digital) dipadukan, efeknya bagus sekali,” kata dia.

Tantangan
Kenyataan ini dirasakan Mizan, salah satu penerbit buku yang ada di Indonesia. Menyiasati era digital dan konvergensi media, Mizan Group menghadirkan layanan yang lebih komprehensif dengan meluncurkan Mizan New Media. Ini adalah sebuah unit baru di dalam Mizan Group yang memungkinkan produk-produk penerbit ini dapat diakses dengan berbagai media dan pada berbagai kesempatan.

Mengutip Prof Henry Jekins dari Massachussetts Institute of Technology, Putut mengatakan konvergensi bukan semata kemajuan teknologi. Lebih dari itu, konvergensi adalah sebuah pergeseran budaya ketika konsumen dimungkinkan mengakses informasi dan konten yang sama dalam pelbagai platform media. Peranti keras bisa saja semakin beragam, tapi isilah yang akan berkonvergensi hingga bisa dibaca dalam berbagai platform peranti keras itu.

Tantangan konvergensi, kata Putut, akan sangat dirasakan oleh penyedia layanan isi melalui teknologi cetak, seperti penerbit buku, koran, dan majalah. Bagi media semacam itu, kemampuan konvergensi ini bukan saja bisa menjadi bagian dari ikhtiar integrated marketing communication, tapi bukan tidak mungkin menjadi harapan utama –kalau tidak satu-satunya– agar tetap survive di masa mendatang.

Begitulah Mizan Group menghadapi era konvergensi. Seperti dituturkan Onno W Purbo, kalau semua media (cetak, televisi, dan digital) dipadukan, akan menjadi cantik.
(burhanuddin bella )
Sumber;republika.co.id

Dibutuhkan Segera!
Editor (Freelance) untuk buku-buku pelajaran (SD-SMP-SMA)
• IPS (Geografi-Sejarah- Ekonomi)
• Matematika
• Bahasa Inggris

Syarat :
• S1 Universitas Negeri/Kependidikan
• Fresh graduate
• IPK minimal 3,0
• Pria/Wanita
• Sanggup bekerja dengan deadline

Kirim lamaran lengkap Via POS ke :
PT. INTERMITRA Pustaka Utama Group
Jl. Pinang Raya No. 15, Rawamangun
Jakarta 13220
Telp. (021) 47882134 / 47882162

Dibutuhkan Layoutter/Setter (Mendesak)
untuk buku-buku pelajaran (SD-SMP-SMA)

Syarat :
• Menguasai Software Design
• (Adobe Photoshop)
• (Adobe Page Maker)
• (Adobe Indesign)
• (Corel Draw)
• Dapat mengetik cepat
• Belum menikah /maks 27
• Pria/Wanita
• Sanggup bekerja dengan deadline
• Domisili Jabodetabek

Kirim lamaran lengkap Via POS ke :
PT. INTERMITRA Pustaka Utama Group
Jl. Pinang Raya No. 15, Rawamangun
Jakarta 13220
Telp. (021) 47882134 / 47882162

Laman Berikutnya »