poster1Tadi siang, Jum’at 14 Nopember 2008, saya bersama kawan-kawan di kantor mengunjungi pameran buku Indonesia Book Fair 2008 di Jakarta. Setelah melalui pintu masuk utama, pukul 10.00 kami menuju ke pameran buku. Di sana sudah disambut oleh dua stand besar dari penerbit terkemuka, Kompas-Gramedia dan Tiga Serangkai.

Desain stand yang terkesan elegant membuat suasana perbukuan lebih mencair, tidak terkesan streng ataupun menakutkan. Buku-buku baru juga dipajang sebagai buku unggulan. Saya tertegun saat melintasi stand, ternyata buku-buku tentang Obama sebagai presiden sudah beredar. Padahal kita tahu, Obama baru terpilih sepuluh hari yang lalu. Tapi luar biasa kreatifnya penerbit buku dan begitu dinamisnya mereka menggarap moment ini dengan segera menerbitkan buku tentang Obama yang menjadi presiden. Saya rasa, penerbit sudah jauh-jauh hari mempersiapkan buku ini, dan ketika benar Obama menang, buku itu digarap dan dicetak dengan cepat, untuk memburu moment.

Ada juga yang menginspirasi dari jalan-jalan ini yaitu Al-Qur`an yang diterbitkan Syamil. Al-Qur`an tersebut diterjemahkan per kata. Jadi, setiap ayat di bawahnya dituliskan terjemahnya dalam bahasa Indonesia. Kabarnya, Al-Qur`an ini sangat laris sehingga di toko buku juga banyak yang sudah kehabisan.

Setelah mengitari ruangan pameran buku, sehabis menunaikan shalat Jum’at kami beralih menuju pameran komputer. Di pameran ini untuk masuk harus bayar tiker masuk gocap (5 ribu). Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya gratis. Kenapa harus bayar? Mungkin, menurut perkiraan saya, para pengunjung ke situ karena ingin menikmati “pemandangan indah” dari SPG yang cantik-cantik dan berpenampilan se-mini mungkin. Sebenarnya hati melarang memandang, tapi mata ini terkadang tidak patuh dengan perintah tuannya, dan kami pulang dengan beristighfar berkali-kali.