(Sarapan buku)

Cinta membuat indah dunia

Cinta membuat hidup bahagia

Cinta menyajikan sejuta rasa

Cinta menjadikan pelakunya buta

Memang tidak mudah melukiskan perasaan di dada dengan kalimat sederhana c-i-n-t-a. Gejolak yang tidak terbendung itu terkadang membuat orang buta. Buta dalam segala hal. Di sinilah peranan buku untuk mengedukasi masyarakat bagaimana seharusnya mengarahkan perasaan suci ini menjadi keindahan sejati.

Buku, sangat besar peranannya untuk meluruskan segala paradigma keliru yang ada di masyarakat. Melalui buku, pembaca akan melihat paradigma sejati dari cinta yang suci, sebagaimana penuturan pembaca buku “Cinta Memang Ajaib; The True Love in Islam” sebagai berikut,

Banyak manfaat untuk saya setelah membaca buku ini, hinga saya sadar dan membuka mata saya dalam kehidupan dan perjalanan cinta saya selama ini salah, dan saya mulai mencoba merubah dan menerapkan dalam hidup keseharian saya.

Cinta terkadang salah diartikan. Bahkan ada yang membelokkannya ke arah yang salah. Misalnya kata “bercinta” mengandung konotasi ingin berhubungan seksual. Namun, apakah salah jika orang yang sedang jatuh cinta menyalurkan hasratnya? Sebenarnya tidak salah, asalkan caranya benar. Dalam setiap agama ada aturan menikah. Bukan hanya agama Islam saja yang mengatur umatnya agar menyalurkan nafsu biologis dengan jalan menikah. Ajaran menikah ada dalam setiap agama; Kristen, Hindu, maupun Budha.

Sedangkan Islam, selain mengatur pernikahan—sebagaimana disebutkan dalam buku Kado Pernikahan—juga mengatur tentang hubungan suami istri dalam bingkai seks yang halal. Sehingga ada buku berjudul, “Hidup Sehat dengan Seks Halal”

Jadi, apakah Anda ingin menjadikan cinta indah di dunia saja, ataukah indah di dunia dan akhirat? Semua terpulang pada pilihan Anda.