Dia bukan artis, bukan pejabat, juga bukan pahlawan. Tapi banyak orang mengenalnya karena “keahliannya” jarang dimiliki orang lain. Dia sering menjadi “bintang iklan” yang menghiasi iklan-iklan koran kaki lima. Mulai dari Lampu Merah, Non-Stop, dan surat kabar-kabar lainnya. Dialah Mak Erot yang sudah meninggalkan kita seminggu yang lalu untuk menghadap Sang Pencipta.

Saking ngetopnya Mak Erot, namanya sering dicatut untuk melegitimasi keaslian praktek pijat pembesar “kebanggaan pria”. Ada yang mengaku sebagai cucu Mak Erot, anak Mak Erot, murid kesayangan Mak Erot, dan lain-lain yang tujuannya supaya konsumen percaya terhadap produk yang ditawarkannya.

Ternyata popularitas Mak Erot juga menjadi inspirasi para penulis untuk mengabadikan namanya dalam buku. Salah satunya adalah Moammar Emka, “penulis mesum” yang terkenal dengan bukunya “Jakarta Undercover”. Dia menulis buku yang diinspirasi keberadaan Mak Erot dalam bukunya Ade Ape Dengan Mak Erot?

Bukan itu saja, ada juga novel yang terilhami dari ketrampilan khusus yang dimiliki almarhumah berjudul Big Size, karya Akoer. Buku ini menceritakan bahwa ternyata “kebesaran” bukanlah segalanya. Sebab yang terpenting adalah psikis, bukan fisik.

Selain buku, keberadaan almarhuman juga mengilhami terciptanya film XL: Xtra Large; Antara Aku, Kau dan Mak Erot. Film besutan om India ini lumayan laku di pasaran meskipun tidak sampai disomasi seperti film ML.

Tuhan punya kehendak, Mak Erot yang sudah berumur 101 itu akhirnya dipanggil menghadap keharibaannya untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di dunia. Selamat tinggal Mak Erot, semoga engkau di sana bisa beristirahat dengan tenang, biarlah para “cucumu” yang akan melanjutkan perjuanganmu.