Presiden SBY pada tanggal menginstruksikan supaya pemerintah membeli hak cipta penulis buku pelajaran untuk kemudian menerbitkan buku yang bisa dijual dengan murah. Instruksi tersebut kemudian diterjemahkan sebagai proyek buku murah. Harapannya, harga buku bisa menjadi sepertiga dari harga buku normal.

Rencananya buku tersebut sudah rampung dan bisa didownload oleh masyarakat yang membutuhkan di situs http://bse.depdiknas.go.id./. Menanggapi hal ini, ada yang pro dan kontra. Masyarakat pada umumnya menyambut baik program ini. Namun sebaliknya, para penerbit melalui corong tidak resminya IKAPI berkoar-koar supaya program seperti ini dibatalkan dan diganti dengan subsidi kertas. Memang, dengan adanya buku murah penerbit memprediksi penjualan bukunya akan turun drastis. Tapi sebenarnya hal itu tidak akan terjadi jika penerbit kreatif membuat buku pelajaran yang lebih bagus.

Sebenarnya, dengan adanya proyek seperti ini justru yang paling sengsara tidak terima semestinya para guru oknum dan Kepala Dinas yang disinyalir mendapat upeti diskon menarik dengan syarat buku penerbit tertentu harus dijadikan buku wajib sekolah yang di bawah kekuasaannya.

Diduga guru oknum akan mendapat komisi sebesar 25-40 % tergantung nego atas buku yang ditawarkannya diwajibkannya kepada anak didik. Juga diduga para Kepala Dinas yang mendapat upeti hadiah untuk menandatangani suatu buku sehingga menjadi bacaan wajib di daerahnya akan kehilangan sumber pembalakannya mata pencahariannya.

Melihat fakta di atas, sebenarnya yang perlu kita kasihani adalah rakyat kecil yang untuk menyekolahkan anaknya saja sudah kempas-kempis, apalagi diharuskan membeli buku yang harganya selangit. Karena itu, kita perlu mengawal program pemerintah ini, jangan sampai dijegal di tengah jalan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kita juga perlu mengawasi sampai dimana efektifitas program ini bisa sampai ke sasaran yang tepat. Supaya miliaran uang yang telah dihamburkan dikeluarkan pemerintah untuk membiayai program ini tidak sia-sia.

Mari kita buktikan bahwa Indonesia bisa maju dengan adanya buku murah!