Perhelatan Pesta Buku Jakarta 2008 yang akan digelar pada 28 Juni sampai 6 Juli tinggal hitungan hari lagi. Meski ekonomi secara makro belum begitu stabil akibat kenaikan BBM, namun insan perbukuan masih punya harapan dunia buku di Indonesia akan tetap terus maju.

Indikasi itu terlihat bahwa sekarang ini penerbit—terutama yang menerbitkan buku-buku keislaman—semakin bertumbuh. Bukan hanya tema ibadah, topik-topik seperti parenting, pengembangan diri, self-help, ekonomi, bahkan kedokteran juga mulai meramaikan perbukuan Islam di Indonesia.

Sekarang ini juga marak novel-novel pembangunan jiwa seperti Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, dll. Sehingga masyarakat penikmat buku tidak hanya disodori teks-teks yang memusingkan, tetapi juga menyegarkan sekaligus mencerahkan.

Pesta Buku Jakarta kali ini mengambil tema “Jakarta Banjir Buku”. Bisakah hal itu terealisasi? Jawabnya, bisa! Apalagi moment kali ini bertepatan dengan liburan sekolah, sehingga anak-anak sekolah juga bisa menjadikan pameran ini sebagai ajang “rekreasi penyegar otak”. Dan, hal ini bisa ditangkap oleh penerbit buku-buku umum untuk memamerkan produknya. Bukan hanya buku-buku serius, buku-buku anak dan novel juga diharapkan menyemarakkan pameran ini.

Semoga, bukan hanya banjir buku, tapi juga banjir ilmu, banjir pengunjung, dan yang penting—bagi penerbit buku—adalah banjir duit. Nyok…nyok…nyok… berbanjir ria di Pesta Buku Jakarta 2008.