Naiknya harga BBM pada saat daya beli masyarakat masih rendah tak pelak memukul segala sektor perekonomian. Bagitu pula dengan industri buku di Indonesia. Tak ayal banyak penerbit yang omzetnya menurun bahkan ada yang gulung tikar karena tidak bisa menyikapi krisis kali ini dengan tepat.

Pada 28 Juni 2008 nanti di JCC akan diselenggarakan Pesta Buku Jakarta selama sembilan hari. Harapan pecinta buku—terutama dengan kantong pas-pasan—adalah memburu buku murah. Sebab, biasanya moment seperti ini penerbit maupun distributor buku memberi diskon yang signifikan dari mulai 20% sampai 70% (ada pula penerbit yang memberi diskon hanya 10%, dan ini termasuk penerbit pelit) .

Pada saat krisis seperti ini, buku-buku keluaran “penerbit kaki lima” seperti IBS dan Penerbit Jabal tentu akan banyak dilirik, karena harganya murah meriah dan temanya dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema shalat, keluarga sakinah, mendidik anak, sampai kesehatan. Memang penerbit seperti ini biasanya bergerilya di pameran-pameran dan penjualan secara direct selling. Namun sebenarnya itulah yang dibutuhkan masyarakat kebanyakan. Buku dengan tema sehari-hari dan harganya pun sesuai di musim krisis ini.

Selain dari penerbit seperti itu, kita juga mengharapkan beberapa penerbit berbesar hati untuk mendiskon buku-buku slow moving-nya. Daripada numpuk di gudang alangkah lebih baiknya jika dijual secara obral. Selain menghabiskan stok di gudang, juga buku-buku itu bisa menjadi uang, daripada dimakan rayap. Juga bisa menyenangkan para pecinta buku dengan kantong tipis. Ya, itung-itung sedekah dan sesekali menyenangkan masyarakat kecil.

Semoga Pesta Buku kali ini benar-benar menjadi pesta pecinta buku, dan mereka benar-benar menikmati perhelatan ini. Jangan sampai pesta buku menjadi ajang kekecewaan pecinta buku yang hanya bengong melihat harga-harga buku yang mulai naik.