Gawe besar Penerbit Islam Indonesia ditandai dengan pameran Islamic Book Fair 2008 yang bertempat di Istora Senayan Jakarta dari tanggal 1-9 Maret. Pameran yang dibuka oleh Ibu Negara Ani SBY ini merupakan ajang penerbit buku Islam unjuk gigi serta manambah pundi-pundi koceknya.

Pameran kali ini terkesan lebih “wah” daripada tahun lalu. Dan, yang mengejutkan ada beberapa “Penerbit Balita” (Bawah lima tahun) yang penampilannya melebihi “Penerbit Dewasa” (Sudah eksis lebih dari sepuluh tahun). Sebagai contoh, penerbit Pena Pundi Aksara tampil dengan stand yang wanita banget. Warna pink yang menghiasi seluruh stand, terutama SPG-nya yaitu mbak-mbak berkerudung pink memberi kesan penerbit ini membidik segmen wanita. Bukunya yang sudah Best Seller semisal Khadijah, disusul dengan Aisyah, dan terakhir Aminah selalu ditulisi 100% untuk wanita. Al-Qur`an tajwidnya juga begitu, ada Al-Qur`an wanita, yang mana ayat-ayat wanita diberi tanda merah. Begitu pula dengan Penerbit Al-Mahira yang berada di bawah payung Penebar Swadaya dan notabene baru lahir sekitar 2 tahun lalu, mendesain standnya cukup manarik. Ditambah dengan menghadirkan penulis dari Arab Saudi untuk mengisi bedah bukunya yang baru, Tafsir Imam Asy-Syafi’i.

Sedangkan untuk buku-buku murah masih didominasi oleh stand IBS (Irsyad Baitus Salam) dan Penerbit Jabal. Di stand-stand penerbit ini banyak kita jumpai buku-buku dari 5 ribu sampai 15 ribuan. Agaknya, mereka membidik segmen kelas menengah bawah dengan tidak terlalu mengutamakan kualitas kertas, tetapi yang penting harganya bisa dijangkau masyarakat.

Sementara itu, Penerbit Dewasa seperti Mizan, GIP, dan Al-Kautsar, juga cukup memperlihatkan kelasnya. Hal ini terbukti dari stand-stand mereka yang selalu ramai pengunjung. Tetapi yang sedikit aneh, Mizan yang dulunya terkenal dengan buku-buku Islam nya sekarang ini justru yang terkenal adalah buku-buku umumnya, seperti Novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata. Selain itu, penerbit ini juga merambah segmen baru, yaitu anak muda pecinta bola. Hal ini terbukti dari terbitannya tentang Cristiano Ronaldo dan David Beckham.

Sedangkan Pustaka Al-Kautsar masih juga bergulat dengan buku-buku “panas”. Terhitung ada dua buku yang cukup provokatif, yaitu “Belajar Dari Akhlaq Ustadz Salafi” dan “Nabi-nabi Palsu”. Buku yang pertama merupakan bantahan dari buku “Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij” yang notabene merupakan kelompok Salafi. Dengan adanya buku bantahan (plus serangan) tersebut, tidak kurang dari kelompok Salafi selain Lukman Ba’abduh juga merah padam. Sedangkan buku kedua juga memanaskan pameran yang mengambil tema “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat” ini. Di dalam bukunya, Hartono Jaiz bukan hanya menyerang Nabi-nabi palsu, tetapi menyerang semua kelompok Islam di luar kelompoknya. Ada kelompok yang sudah dijustivikasi sesat oleh MUI seperti LDII, Islam Liberal. Namun ada juga kelompok yang sudah merakyat dan dicaci habis di buku ini. Seperti kelompok Habaib (sebutan kelompok yang mengaku masih keturuanan Rasulullah), Islam Tradisionalis, dan kelompok lainnya yang menurut Hartono melakukan bid’ah-bid’ah (bahkan kesyirikan) sehingga juga termasuk kelompok sesat dan menyesatkan.

Memang ada perbedaan style antara Penerbit Balita dan Penerbit Dewasa. Tinggal pembaca yang akan memilih, apakah ingin buku yang “menyejukkan hati” atau yang “memanaskan hati”. Karena, hidup adalah pilihan!