Tidak terasa sudah setahun bekerja di penerbitan buku sebagai editor. Dua puluh lima buku sudah kuedit, baik karya penulis lokal maupun karya terjemahan. Kebetulan di kantor menerapkan sistem 30:70 artinya tiga puluh untuk karya lokal dan tujuh puluh untuk terjemahan.
Mengedit buku terjemahan biasanya memakan waktu relatif lebih lama daripada mengedit karya lokal. Sebab, sering kali penerjemah menerjemahkan buku secara asal-asalan dengan alasan editorlah yang bertanggung jawab atas finishing naskah. Namun demikian, ada beberapa “kenikmatan” mengedit buku terjemahan Arab yaitu :
1- Tulisan ilmiah dan berbobot.
2- Argumen yang dipaparkan kuat
3- Menambah dan mengasah naluri intelektual
4- Dapat dijadikan referensi ketika ingin menulis buku
Sedangkan dukanya adalah :
1- Terjemahan yang asal-asalan
2- Penerjemah tidak mengikuti gaya selingkung penerbit
3- Materi buku terkadang tidak sesuai dengan konteks keindonesiaan
4- Memakan waktu yang relatif lebih lama

Sumber: yasirmaqosid.multiply.com