Dari namanya kita tahu bahwa editor jenis ini sudah masuk ke dalam kelas manajemen menengah dalam struktur organisasi perusahaan. Seorang managing editor dalam jenjang kariernya bisa disamakan dengan asisten manajer ataupun manajer. Tugas dan tanggung jawab utamanya adalah mengelola alur penerbitan dengan menyupervisi pekerjaan senior editor dan editor

Managing editor sudah melepaskan banyak pekerjaan teknis, kecuali memeriksa pruf akhir atau menaruh perhatian tinggi terhadap tampilan kemasan luar, seperti cover. Managing editor sudah mulai memikirkan hal-hal strategis dalam perusahaan penerbitannya, seperti ide penerbitan, pengadaan naskah, dan terobosan yang mendukung pencapaian visi serta misi perusahaan.

Para managing editor harus memiliki wawasan perbukuan yang luas, misalnya mengikuti perkembangan dunia buku lewat publisher weekly atau membaca rutin majalah Matabaca serta aktif memantau komunitas-komunitas perbukuan, termasuk ikut dalam forum diskusi di milist. Dia pun harus memiliki hubungan yang baik dengan jejaring penerbitan buku, seperti antarpenerbit, antarpenulis, maupun antartoko buku.

Managing editor harus mampu memberikan solusi-solusi cerdas untuk permasalahan penerbitan yang dihadapi timnya, misalnya dalam hal alih teknologi (peralihan software pagemaker ke in-design) ataupun konflik antara penulis dan editor.

Ditulis oleh
Bambang Trim
Ketua Forum Editor Indonesia (FEI)

Iklan