Banyaknya buku-buku tentang agama Islam yang merupakan terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia tidak diiringi dengan peningkatan mutu terjemahan. Memang dalam kemasan maupun pemilihan judul, buku-buku terjemahan ini bisa dikatakan sudah sangat bagus, bahkan lebih bagus dari buku aslinya yang berbahasa Arab.

Namun, masih banyak terjemahan buku yang terkesan acak-acakan ataupun salah dalam menerjemahkan sehingga menimbulkan pemahaman yang salah. Hal ini sangat disayangkan, mengingat mayoritas buku-buku tersebut merupakan panduan sehingga jika salah maka akan berakitabat “menyesatkan” pembaca.

Selain itu, kebanyakan buku terjemahan berbahasa Arab tidak dilengkapi dengan copy right dari penerbit asalnya, sehingga di pasaran akan kita jumpai ada buku dengan judul yang sama diterjemahkan oleh beberapa penerbit. Misalnya, Renew Your Marriage; Segarkan Pernikahan Anda; dan Masra Sepanjang Usia, yang merupakan terjemahan dari satu buku dan diterjemahkan oleh beberapa penerbit.

Tentang copy right ini, banyak penerbit yang berbeda pendapat dalam menyikapinya. Ada yang menganggap bahwa terjemahan termasuk pekerjaan tersendiri sehingga tidak perlu ada copy right. Ada pula yang pernah trauma terhadap penerbit asal ketika mengurus copy right. Kisahnya, ada penerbit di Indonesia yang telah mendapatkan copy right dari penerbit asal di Mesir, tetapi penerbit asal tersebut ternyata memberikan copy rightnya untuk penerbit yang lain di Indonesia, sehingga menimbulkan kejengkelan.

Semoga momen hunting buku ke Mesir yang biasanya dilakukan oleh IKAPI pada bulan Januari tahun depan, bukan hanya ajang belanja tetapi juga ajang pengurusan copy right, sehingga buku terjemahan Arab tidak kalah dari buku-buku terjemahan dari bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya.