Kenapa buku di Indonesia harganya relatif mahal, padahal Indonesia adalah penghasil kertas yang nota bene adalah bahan baku utama pembuatan buku? Ternyata letak permasalahannya bukan pada biaya produksi. Sebab, biaya produksi “hanya” mengisi 25% bahkan 15% dari harga jual buku.

Berikut ini Anda bisa melihat estimasi penghitungan biaya produksi

Dengan kata lain, sebenarnya biaya produksi menempati urutan sekian setelah urutan biaya lainnya. Di salah satu penerbitan buku, dalam menentukan harga jual adalah sebagai berikut :

25% untuk biaya produksi

10% royalti penulis

10% keuntungan bersih penerbit

5% promosi, dst

50% untuk distributor

Dengan demikian porsi terbanyak adalah distributor buku. Betapa nikmatnya jadi distributor buku (yang sudah mapan) karena menikmati 50% kue penjualan “tanpa modal” karena biasanya sistem yang dipakai adalah konsinyasi yang artinya jika buku tidak laku maka dikembalikan ke penerbit, sehingga distributor sama sekali tidak terkena risiko buku tidak laku.