Berikut ini info lowongan yang ada di milist buku-islam. Bagi yang berkepentingan silahkan mengadakan kontak langsung ke alamat di bawah ini. Segala sesuatu berkaitan iklan ini bukan hak dan tanggung jawab situs penerbitanbuku.wordpress.com:

Pustaka IIMaN memberikan tantangan kepada Anda untuk menjadi penerjemah buku-buku berbahasa Arab (freelance)dengan kualifikasi sebagaimana berikut:

1. Pria/wanita, sarjana S1 semua jurusan, usia maksimal tak terbatas, diutamakan alumni Timur Tengah.
2. Memiliki keahlian berbahasa arab lisan, tulisan dan menerjemah.
3. Mempunyai pengalaman menerjemah Novel-novel berbahasa Arab.

Lamaran, CV, dan contoh terjemahan, dapat dikirim via email ke: pt_iiman@yahoo. com. Batas akhir pengiriman surat lamaran tanggal 30 Juli 2008.

With best wishes,

Editor Pustaka Iman

Faried Wijdan


Lowongan Sudah Ditutup

Ruangan itu tidak terlalu lebar, hanya berukuran 4 x 4 meter. AC yang dingin tidak mampu mendinginkan perasaan tim redaksi yang masing-masing kepala memiliki argumen tersendiri. Ada sebagian yang ingin meloloskan buku dengan tema radikal dengan argumen, buku itu akan booming di pasaran. Di saat yang sama, salah seorang tim berpendapat bahwa jika buku itu diterbitkan, maka penerbitnya yang akan menghadapi amuk massa yang tidak sedikit. Terakhir, diputuskan buku harus keluar juga, karena “missi dakwah” harus dijalankan. Biarpun pahit, tapi perkataan yang benar harus disampaikan, begitu alasan yang dikemukakan.
Demikianlah sepenggel fenomena rapat redaksi di penerbit buku. Masing-masing punya argumen dan merasa punya missi yang harus disampaikan. Walau harus bertabrakan dengan pihak lain.
Maraknya penerbit buku Islam di tanah air, juga berimbas kepada pemahaman masyarakat terhadap Islam. Penerbit, selain memproduksi buku sebagai “ladang uang”, juga menganggap buku sebagai “ladang dakwah”. Sehingga masing-masing penerbit punya genre dan punya missi yang ingin disampaikan.
Mizan, penerbit Islam terbesar di Indonesia, selain menerbitkan buku-buku motivasi dan Islam universal, juga sesekali menampilkan wajah aslinya yang diduga keras sebagai aliran Syiah. Memang, missi penerbit ini tidak terlalu kentara bagi orang awam. Namun, jika mau dicermati penerbit ini selalu mengusung corak Iranisme yang sudah dapat ditebak sebagai aliran Syiah. Contoh sederhana, Mizan menerbitkan kisah hidup Khadijah, kisah hidup Fathimah, dan istri Nabi Mariyatul Qibthiyyah. Tapi kenapa tidak menerbitkan kisah hidup Aisyah, yang juga diterbitkan penerbit-penerbit lainnya?
Urutan kedua penerbit buku Islam, mungkin masih dipegang oleh penerbit GIP. Alirannya adalah Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan Hadits. Mengingat pemiliknya adalah anak seorang ustadz Al-Irsyad, maka buku-bukunya pun tidak jauh dari dakwah Al-Irsyad. Seiring dengan perjalanan waktu, dimana penerjemahnya adalah seorang pengikut tasawwuf yang juga aktivis partai dakwah, maka buku-bukunya pun lebih “berwarna”, tidak dimonopoli oleh satu golongan.
Sedangkan penerbit Islam lainnya yang cukup besar adalah Pustaka Al-Kautsar. Pada awalnya, genre penerbit ini cenderung kepada aliran “salafi”. Terbukti banyak buku karya Ibnu Qayyim yang diterbitkan. Juga banyak tulisan Hartono Jaiz yang menghebohkan dan membuat panas kelompok lain yang dianggap “menyimpang”. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, penerbit ini juga banyak mempublikasikan karya Yusuf Al-Qaradhawi, yang dahulunya adalah seorang aktivis Ikhwanul Muslimin di Mesir. Akibatnya, penerbit ini tidak lagi melulu salafi, dan lebih cair. Bahkan, sekarang ini sepertinya sedang “perang syaraf” dengan kelompok “Salafi Seram” pimpinan Ustadz Lukman Ba’abduh yang menulis “Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij”, dengan meluncurkan buku “sejuk di luar, panas di dalam” dengan title “Belajar Dari Akhlak Ustadz Salafi”.
(Bersambung)

Berikut ini ada lowongan yang dipajang di milist buku-islam:

Penerbit Hikmah (Kelompok Mizan) mencari editor buku Agama dengan kriteria:

1. Minimal S1, semua jurusan
2. Diutamakan yang memiliki pengalaman di dunia perbukuan
3. Mampu bekerja secara tim, kreatif, energik, inovatif, dan siap bekerja dalam tekanan
4. Memiliki kepekaan pasar dan jaringan luas ke sumber-sumber naskah
5. Mampu menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar
6. Menguasai bahasa Arab dan Inggris lisan maupun tulisan

Lamaran dikirim ke:
Gedung MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya No. 72 Cilandak Barat Jakarta Selatan, Indonesia 12430 atau dikirin ke hikmahku@cbn. net.id

Mizan Publishing House bekerjasama dengan
MP Book Point Jakarta
Mempersembahkan

LAUNCHING BUKU:
BUKTI CINTAKU PADAMU
(TATKALA JILBAB BUKAN PENJARA)

Pembicara :
Astrie Ivo (Artis & Penulis)
Ust. Jefri Al-Bukhori (Da’i)
Pemandu Acara:
Cici Tegal (Artis)

Senin, 21 April 2008
Pkl. 12.30 – 15.00
MP. BOOKPoint
Jl. Puri Mutiara Raya No.72
Cipete – Jakarta Selatan
Shery: 021-75910212

Sinopsis
Aku Betul-betul malu kepada Dia Yang Maha Kasih. Ternyata, ibadahku selama
ini masih kurang. terutama ketika aku baru memahami ayat-ayat cint-Nya
tentang berhijab. Tentu saja hal ini membuatku tenang dan merasa dibayangi
perasaan berdosa. Aku berusaha memenuhi perintah-Nya dengan meminta restu
kepada keluarga dan orang-orang tercinta.

Namun perjuanganku tidaklah semudah yang kubayangkan — banyak rintangan dan
halangan yang ternyata semakin menguatkanku untuk berjilbab.

Itulah salah satu kisah perjuangan astrie Ivo dalam menjalankan ibadah yang
sejati. Lebih tepatnya, buku ini sebagai bukti cintanya kepada Sang Maha
Rahman dan Rahim. Dengan bahasa tutur dan kejujurannya dalam berkisah,
membuat kita secara tidak langsung akan merasakan manfaat dari tapak-tapak
perjuangan Astrie Ivo. Inilah Bukti Cintaku Padamu.

Sesungghnya kecantikan wanita yang hakiki ada di selembar kain yang menutupi
mahkota rambut indahnya …jilbab… dan Astrie Ivo adalah salah satu wanita
yang dipandang cantik, tapi tidak berujung pada Syahwat.
– Ust. Jefri Al-Bukhori

Melalui pengalamannya yang sangat menarik, menjadi motivasi Muslimah untuk
berkerudung!
– Inneke Koesherawati
Artis dan Presenter

suported by RABBANI

——-
Promosi
Mizan Pustaka (Mizan Publishing)
Jl. Cinambo 135 Cisaranten Wetan, Bandung 40294
Tel. 62-22-7834310 Faks. 62-22-7834311
Website: http://www.mizan.com

Mizan melakukan konvergensi media. Sejak 2001, Mizan telah melakukan uji coba. Saat itu, yang pertama dilakukan adalah eksperimen penerbitan e-book, 2001. ”Waktu disediakan secara cuma-cuma, sambutan masyarakat sangat baik. Server kami sampai down, lantaran banjirnya pembaca yang ingin mengunduh buku,” tutur Wakil Direktur Utama bidang Operasi Mizan Publika, Putut Widjanarko, di Jakarta, Kamis (14/2).

Kemarin, penerbit ini telah meluncurkan lima cara penyebaran informasi melalui konvergensi media. Yakni, Mizan-Google Book Search, http://www.mizan.com, Mizan e-Book, Mizan Fonovela, dan Mizan Talking Book.

Mizan-Google Book Search, misalnya. Bekerja sama dengan mesin pencari internet Google, menyediakan akses buku-buku terbitan Mizan Grup yang menyimpan isi dari ratusan buku. Menurut Putut, ini cara penjualan yang baik, terutama buku-buku yang lama karena toko buku memiliki ruang yang terbatas. ”Di luar negeri sudah banyak kisah sukses keterlibatan penerbit dalam Google Book Search, terutama untuk pemasaran buku-buku back titles yang biasanya relatif susah didapatkan di toko buku,” ujarnya.

Akan halnya http://www.mizan.com, situs ini memberikan informasi tentang dunia perbukuan. Mizan e-Book menyediakan buku digital tiga dimensi yang dapat diunduh melalui internet dengan format seperti buku biasa yang dapat dibuka halaman per halaman, layaknya membaca buku.

Mizan Fonovela memungkinkan novel-novel favorit bisa diakses melalui telepon seluler. Sedangkan Mizan Talking Book menghadirkan buku-buku dalam format talking book, dengan menyajikan suara di halaman-halaman buku. ”Teknologi baru telah memungkinkan konvergensi antara teknologi cetak dan digital sehingga buku-buku bisa dihadirkan dengan lebih interaktif dan bersifat multi media,” tutur Putut.

Kian beragam
Suatu kali, acara Republik Mimpi News dot Com di salah satu stasiun televisi menayangkan penggunaan internet yang murah meriah. Alatnya sederhana: Hanya menggunakan wajan dan antena kaleng. Pengguna tak perlu merogoh kocek lebih dalam hingga mesti mengeluarkan uang lebih dari Rp 1 juta untuk bisa berselancar di internet bersama tetangga.

Menariknya, di acara itu dihadirkan Onno W Purbo PhD, pelopor internet sederhana –yang disebut RT/RW-Net– tersebut. Pakar teknologi informasi ini menjelaskan cara membuatnya. Penjelasan Onno disertai peragaan menggunakan laptop.

Selesai penayangan, pekerjaan para kru acara selesai. Tapi, tidak bagi Onno. Kehadirannya di acara Republik Mimpi itu justru memberinya kesibukan baru. Tidak kurang dari 6.000 surat elektronik yang masuk ke e-mail-nya, minta penjelasan. Apa boleh buat, ia mesti membalas surat-surat tersebut dengan mengirimkan naskah penjelasan detail yang tersimpan di komputernya. ”Saya sampai kolaps,” tuturnya saat berbicara pada peluncuran Mizan New Media di Jakarta, Kamis (14/2) lalu.

Onno, tentu saja, tak ingin berbagi keluh atas kerepotannya menjawab e-mail. Pakar teknologi informasi Indonesia yang dikenal sebagai pelopor VoiP Rakyat dan RT/RW-Net ini mengungkapkan pengalaman itu berkaitan dengan era konvergensi media. Era media menjadi kian beragam. ”Itu tidak bisa dikaver media Anda,” tuturnya di depan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang hadir di acara tersebut.

Menurut Onno, penayangan di televisi dan pemuatan di media cetak belum cukup untuk memberikan penjelasan secara rinci materi semacam itu. ”Karena tidak ada segmen yang bisa dimasuki, terpaksa intervensi langsung (lewat e-mail),” ucapnya.

Media, jelas Onno, tidak banyak menolong untuk berinteraksi dengan pembaca dan pemirsanya. Karena itu, interaksi terpaksa dilakukan dengan internet. Bagaimanapun, menurut dia, masing-masing media punya segmen sendiri-sendiri. ”Kalau semuanya (media cetak, televisi, dan digital) dipadukan, efeknya bagus sekali,” kata dia.

Tantangan
Kenyataan ini dirasakan Mizan, salah satu penerbit buku yang ada di Indonesia. Menyiasati era digital dan konvergensi media, Mizan Group menghadirkan layanan yang lebih komprehensif dengan meluncurkan Mizan New Media. Ini adalah sebuah unit baru di dalam Mizan Group yang memungkinkan produk-produk penerbit ini dapat diakses dengan berbagai media dan pada berbagai kesempatan.

Mengutip Prof Henry Jekins dari Massachussetts Institute of Technology, Putut mengatakan konvergensi bukan semata kemajuan teknologi. Lebih dari itu, konvergensi adalah sebuah pergeseran budaya ketika konsumen dimungkinkan mengakses informasi dan konten yang sama dalam pelbagai platform media. Peranti keras bisa saja semakin beragam, tapi isilah yang akan berkonvergensi hingga bisa dibaca dalam berbagai platform peranti keras itu.

Tantangan konvergensi, kata Putut, akan sangat dirasakan oleh penyedia layanan isi melalui teknologi cetak, seperti penerbit buku, koran, dan majalah. Bagi media semacam itu, kemampuan konvergensi ini bukan saja bisa menjadi bagian dari ikhtiar integrated marketing communication, tapi bukan tidak mungkin menjadi harapan utama –kalau tidak satu-satunya– agar tetap survive di masa mendatang.

Begitulah Mizan Group menghadapi era konvergensi. Seperti dituturkan Onno W Purbo, kalau semua media (cetak, televisi, dan digital) dipadukan, akan menjadi cantik.
(burhanuddin bella )
Sumber;republika.co.id

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.