Seminggu ini saya berusaha menamatkan dua novel yang akan difilmkan yaitu Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 karya Habiburrahman El-Shirazy. Selesai membaca kedua novel ini, sebagai pembaca pemula, saya punya uneg-uneg untuk dituangkan dalam tulisan sebagai curhat.
Sang Pemimpi berkisah tentang dua orang sahabat, Ikal dan Arai, plus teman satu kostnya yang bernama Jimbron. Dua tokoh ini punya impian yang, bagi penduduk kampung Belitong, sangat tinggi, yaitu menginjak altar suci Universitas Sorborne Prancis. Sedangkan Ketika Cinta Bertasbih bercerita tentang percintaan yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Azzam, Furqon, dan Fadhil, serta melibatkan beberapa cewek akhwat seperti Elliana, Anna, Tiara, Cut Mala, dll. Dari dua novel ini ada perbedaan setting lokasi. Sang Pemimpi di Belitong dan sedikit di Jakarta, sedangkan Ketika Cinta Bertasbih mengambil setting di Mesir dan Solo.
Andrea Hirata mampu meramu tulisannya sehingga seolah-olah kita sedang menonton adegan yang menghibur. Deskripsi cerita, dialog, dan penokohan diolah sedemikian alami sehingga tidak terkesan berlebihan, namun punya pesan yang jelas. Sedangkan Habiburrahman meramu tulisannya dengan pesan yang sangat kentara, bahkan terkesan menggurui. Sedangkan cerita yang terkadang tidak masuk akal, dibuat begitu dramatis sehingga mirip dengan cerita sinetron besutan Om-om India. Dan, sebenarnya Ketika Cinta Bertasbih daripada difilmkan lebih cocok disenetronkan. Karena ceritanya bisa menyulut emosi, menguras air mata dan dibuat muter-muter dalam beberapa seri.
Segmen Sang Pemimpi adalah para remaja sekolah, pendidik, dan masyarakat pada umumnya. Bisa dikatakan, sebagai cermin Islam Indonesia yang toleran, bergaul dengan agama lain, tidak terlalu saklek dan militan. Bahkan di novel ini disebutkan bahwa Jibron diasuh oleh Pendeta Geovanni yang tidak mendoktrinnya apalagi punya missi, bahkan sangat menghormati agama Islam yang dipeluk Jimbron.
Sedangkan Ketika Cinta Bertasbih sasarannya adalah para ikhwan dan akhwat yang Islamnya militan, yang jika membayangkan wajah sang kekasih saja harus segera beristighfar, dan mendiskripsikan kesalehan seseorang diukur dari seberapa rapat menutup auratnya. Di sela-sela cerita juga disebutkan tentang bagaimana musuh-musuh Islam sangat membenci Islam, Yahudi yang dapat mencetak uang dan senjata, serta cerita-cerita yang membakar ghirah (semangat) berjihad. Dan, ini sangat cocok bagi para aktifis dakwah, pejuang khilafah, dan pendamba Islam Kaffah.
Semoga dengan karya-karya sastra yang beragam ini dapat memperkaya cakrawala pembaca Indonesia dengan bermacam-macam ideologi dan pola pikir.


November 10, 2008 at 2:41 pm
sudah baca tetralogi lengkapnya belum ??. sang pemimpi kan jilid 2.
kok sangat real karangan andrea ?? karena ya karena itu pengalaman hidup dia sendiri. Sedang habiburahman kan 100% ngarang alias khayalan beliau.
November 10, 2008 at 3:58 pm
@ nikki
Yups, sudah. Kenapa saya tuliskan Sang Pemimpi vs Ketika Cinta Bertasbih, karena kita ingin bandingkan dua novel itu yang sekarang akan dibikin film.
November 11, 2008 at 11:48 pm
sejak membaca laskar pelangi, saya mengagumi dan menikmati gaya bahasa Andrea Hirata. Saya bisa merasakan dan menyerap apa yang berusaha dia sampaikan melalui novelnya. Bagi saya, Sang Pemimpi bagus. Walau tak sedahsyat laskar pelangi. Saya baru saja menamatkan Edensor. Entah kenapa saya kurang merasakan petualangan yang berusaha Andrea suguhkan. Bahasa yang digunakan terasa deskriptif.. tidak naratif. Mudah-mudahan Maryamah Karpov bisa lebih baik lagi.
On the other hand, saya setuju dengan pendapat kalau Ketika Cinta Bertasbih isinya menggurui. Menurut saya, kualitas sastranya jauh dengan Ayat-Ayat Cinta. Plotnya terasa melompat-lompat. Banyak konflik yang selesai dengan terlalu mudah, dan terlalu banyak tokoh yang perannya tidak signifikan dalam cerita. Mungkin Kang Abik terlalu bersemangat menuliskan pesan moral dalam KCB sehingga sedikit melupakan nilai sastranya. Wallau’alam.
November 19, 2008 at 7:06 am
sang pemimpi mnrtku lbh universal pesannya.. bg yg bkn islam bs dijadikan referensi utk pandangan hidupnya..
ceritanya sederhana, tp jstru yg sederhana itu adlh dasar utk menaklukan mimpi yg lbh besar..
November 26, 2008 at 10:53 am
whatever..buku2 diatas membuat kita terbuai dan terpesona.
pesannya sederhana..pencarian jati diri, ingin kemanakah kaki kita langkahkan…
November 26, 2008 at 8:43 pm
kedua duanya sekarang memang lagi naik daun, walaupun kini Kang Abik mulai bergeser. Tetapi dari kedua novel ini semoga membuat generasi muda Indonesia tertarik untuk lebih mengkaji literasi sastra.
Sang Pemimpi mengobarkan Impian kita untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar impian kita. Jangan pernah ragu dan menyerah
Sedangkan Ketika CInta Bertasbih merupakan kisah yang memang terkesan sedikit jauh di atas awan dibanding keseharian kita. Terkesan Utopis, walalupun mungkin masih ada segelintir orang yang seperti Azam yang nampak begitu baik dan sempurna, namun kisah ini bagus juga
November 27, 2008 at 12:31 pm
@ All
Silakan berkomentar tentang kedua novelis tersebut…
Makasih atas komentarnya
November 30, 2008 at 9:11 pm
komen dikit brur…
waktu baca novel kang abik (aac, kcb) yang saya baca setengah isi buku pertamakemudian langsung babterakhir buku…mungkin karena sudah sering baca novel dgn sifat yang sama?? seperti novelnya HTR, dsb dari FLP….. jadi sudah tertebak dan bosan alur ceritanya…..untuk tetralogi LP.. buku pertama bacanya tidak ngurut babnya tapi akhirnya semua isinya di baca dalam 1 minggu….untuk 2nd & 3th aku baca dalam 1 malam/novelnya dengan BERURUT…ha..ha..jarang sudah buku yang dibaca abis tanpa meninggalkan 1 bab pun…
Desember 1, 2008 at 1:56 pm
Setuju banget tuh…..ku seneng banget dengan kisah di sang pemimpi, bahasanya nyastra benget dan sangat alami, menceritakan persahabatan dan semangat yang tinggi. Bahkan menurutku diantara semua novel Andrea Hirata, Sang pemimpi yang paling bagus.Sedangkan Novel Kang Abik, dari Ayat-ayat Cinta saya sudah kurang sreg dengan alur ceritanya, apalagi dalam penggambaran karakternya terlalu sempurna, padahal orang kan nggak ada yang sempurna, ta toh…..???
Desember 19, 2008 at 8:39 pm
benar……………
ketika cinta bertasbih terlalu mengada-ada!!!! hehehehe…..sorry yaaaa
Desember 20, 2008 at 12:01 pm
dua2nya luar biasa nco, banyak hikmah hidup nan bisa di ambil di dalamnya, tetralogi laskar pelangi dengan bimbingan kesahajaan dan kesederhanaannya, maupun kcb dengan nilai2 religinya, ambil nco, petik, jangan berpolemik fiksi or non fiksi, semuanya luAAAAR BIASAAAA…
Desember 20, 2008 at 11:48 pm
Ke2nya oke banget buat dibaca, yang jelas jadi tambah wawasan ttg muacem2, sampe hampir2 gw wajibkan baca karya 2 orang itu. Ke2nya asli bikin gw lupa ma kerjaan kantor yg numpuk (lha bukune sampe diajak ngantor lho)
Desember 30, 2008 at 4:52 pm
Kalo aku sih, waktu ngebaca novelnya andrea hirata, rasanya jiwaku KERING Buanget….abis, andrea selalu ngebwa pembaca ke alam logika materialis terus…tapi aku maklum, khan dianya didikan orang perancis, jadi wajar aja….(liat Biodata dia dong!!!!!)
Desember 31, 2008 at 6:41 pm
Yg paling berkesan dalam Laskar Pelangi adalah tokoh Lintang sungguh menggugah hati kt dan dalam Ketika Cinta bertasbih adalah tokoh Azam yg jd idola setiap org.
Januari 24, 2009 at 10:24 am
ning says :sejujurnya saya belum baca karyanya andrea hirata yang itu (kalo laskar pelangi sich udah)tapi saya sdh baca karya kang abik yang KCB.kalw menurut saya semua karya kang abik g cocok kalw difilmkan soalnya rata2 banyak kisah cinta,sedangkan kisah cinta tu kalw divisulkan kesannya kayak vulgar banget.meskipun cuma g sengaja saling pandang or ngobrol ber 2.
Januari 27, 2009 at 3:54 pm
kang abik sll m’critakan prempuan2 cantik,pinter dlm stiap novel2nya
hngga kdng2 bkin q gmnaaa gitu
tp mas andrea…
wow…
salut deh bwt mas andrea…
ditunggu krya slanjutnya ya mas…
Februari 4, 2009 at 11:36 pm
saya adalah salah satu korban kasus smk telkom pati,bagaimana sulitnya mengungkap keadilan mungkin sulit bagi saya untuk membuka tabir kemunafikan yang ditutupi dengan sorban sang pengasuh.diam2 sy membuat pergerakan di dalam pesantren untuk membuka dan mencari keadilan terhadap banyak teman sy yang menjadi korban sang kyai,saya tahu sebagai pengurus pesantren saya berkewajiban untuk melindungi santri dari tindakan kekerasan seksual,kekejaman sang kyai dengan menganiaya murid karena emosi sampai kita di gantung di masjid,dipermalukan di masjid,ditelanjangi bahkan ada motor teman kami yang dibakar karena kyai cemburu dengan kami yang pacaran,ketika itu sampai sekarang penuh dengan dilema dari sakit saya yng tak kunjung sembuh disitu saya ditolong teman2,ketika saya mendapat fitnahan hingga saya harus tutup mulut dan mengakui bahwa saya adalah seorang pecandu narkoba,maslah orang tua yang hartanya habis untuk saya sekolah hingga akhirnya saya dikeluarkan karena fitnahan tadi 2 bulan cari sekolah pindahan tak ada yang mau menerima hingga sy hrs menglang satu tahun total teman saya yg dikeluarkan dan mengundurkan diri sampai lebih dari60 orang,sampai akhirnya saya menemukan jalan Tuhan sampai pelakunya di penjara,munkin sy berharap kisah nyata ini bisa diangkat bisa hub sy di085740200959 atau 081391712533 terima kasih
Februari 9, 2009 at 11:00 am
dua-duanya sangat bagus, tapi…. KCB terlalu belebihan,mudah-mudahan kang abik dapat melihat lagi karya-karya beliau yang terkesan mnghkayal tingkat tinggi.
Februari 28, 2009 at 11:43 am
ke2nya luar buasa!tapi sebagai pelajar q lewbih suka sang pemimpi coz bisa terus bercita2….
Maret 1, 2009 at 8:28 pm
Dua2ny bgus gmna kita menyikapinya aja. karya Andrea untuk bercita2 dan persahabtan sedangkan Kang Abik untuk smangat hidup dan siraman hati, makanya knapa bgitu sempurna? Karena agar kita brusaha menajdi orang yang demikian, walaupun tidak ada yg smpurna yg penting usaha kita
Maret 19, 2009 at 11:52 am
assalamu alaikum……..
jujur novel kang Abik keren banget!!!!!!!!
apalagi Ketika Cinta Bertasbih.
so Sweet…..
tunggu karya selanjtnya yach..
wassalam
Mei 19, 2009 at 1:57 pm
dua duanya karya yang besar tapi itu kembali lagi ke selera masyarakat…………
Mei 23, 2009 at 5:55 pm
Sejujurny blum prnh bc sihh KCB,,,
tp nengok cover n judul ud lgsg tw klo tuh buku bcrin percintaan
tp aacny udh ntn n mnrt ak lmyn baguz
klo KCB mw difilmkn ampe casting2 sgla,brt bgz jg donk bukuny?
smntr sang pemimpi n tetraloginy dr semula emank bkn penasaran,bahkn ampe bc berulagkalipn bz
tapi,,,22ny bgz kok bwt nambah khasanah ilmu kt….
Juni 7, 2009 at 12:25 pm
Andrea Hirata menulis dengan Hati, sehingga yang membaca bukunya pun jatuh hati, seakan-akan sedang membaca surat cinta aih..
Juni 13, 2009 at 12:55 am
Menurut ana Ketika Cinta Bertasbih bukan menggurui. Film yang bagus adalah film yang harus memberi manfaat. So kedua film akan memberi makna dan manfaat bg kita semua. Syukron.
Juni 16, 2009 at 5:10 pm
seperti pengakuan andrea di Malaysia, beliau memang bukan seoarang sastrawan sehingga mohon maaf kalau karyanya masih banyak kekurangan disana sini…yang saya temukan adalah hampir disetiap paragrafnya di ketiga bukunya best sellernya beliau selalu menggunakan kata seperti, laksana, bagai, seumpama untuk menjelaskan jalan ceritanya…buktikan saja….saya berharap tidak menemuinya di MAryamah karpov,,,tetapi saya kecewa saya menemukan kembali kata2 diatas……periksa ya broer….tetapi semangatnya dan inspirasinya two thumbs…..tentang kang abik…beliau memang melulu cerita tentang cinta dan perjodohan….dari AAC, KCB, pudarnya cinta cleopatra, sampai dalam mihrab cinta….(sedang tunggu dari sujud ke sujud)…ttg agak2 nyerempet2 islam ya gak usah heran karena berliau berangkat dunia santri dan latar belakang pendidikannya Azhar……juga two thumbs untuk semnagat dan inspirasinya…..
Juli 2, 2009 at 9:32 am
aku penggemar berat andrea hirata. sejak pertama kali baca bukunya, aku langsung jatuh hati ma setiap kata yang ditulis andrea. buku2nya baguuuus banged, ceritanya nyentuh.
Juli 31, 2009 at 1:22 pm
bagus
Agustus 24, 2009 at 10:49 am
membaca kcb tuch sambil belajar agama,sedang sp belajar mewujudkan mimpi
September 21, 2009 at 2:45 pm
Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda…..
So, menurut aye kedua Novel tersebut sangat baguzz…..
Oktober 22, 2009 at 8:28 am
kedua duanya fenomenal dan sangat bagus apalagi kcb, sangat penuh dengan pesan pesan moral dan islami. bukan khayalan tingkat tinggi tapi semuanya di dunia sangat mungkin terjadi lagipula itu bisa dijadikan motivasi hidup untuk lebih baik.
November 11, 2009 at 8:51 am
novel laskar pelangi,sang pemimpi,dan ketika cinta bertasbih adalah novel yang sangat indah menurut saya
karena ketiga novel tersebut mengjarkan kita tentang masa deopan yang begitu luas di antara cinta karena masa depan adalah segala-galanya
November 11, 2009 at 8:55 am
NOVEL ITU SANGAT BAGUS APALAGI LASKAR PELANGI YANG MENCERITAKAN TENTANG SUATU MASA DEPAN YANGSANGAT MENGHARUKA TAPI CITA – CITA TERSEBUT AHIRNYA TERCAPAI JGA G!THUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!