Sudah merupakan kodrat Ilahi, menjadikan setiap makhluk berpasang-pasangan. Ada laki-laki ada wanita, ada hitam ada putih, ada kaya ada miskin, dst. Begitu pula dalam hal pekerjaan, ada juragan ada karyawan, ada direktur ada kuli, ada boss ada jongos.

Tidak ada yang salah pada takdir kita, yang salah adalah ketika kita tidak mau menerima kenyataan dan selalu berangan-angan menggapai impian di atas awan.

Sekarang ini marak buku bertemakan entrepreneurship yang memberi motivasi agar orang mau berwirausaha. Sayangnya, dalam memberi motivasi terkadang terlalu bombastis dan “menyenggol pihak lain” Sebagai contoh buku Jangan Mau Seumur Hidup Menjadi Orang Gajian memberikan citra bahwa karyawan adalah profesi yang negatif. Sehingga buku ini kemudian dilawan oleh Safir Senduk dalam bukunya berjudul “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?”

Ada pula para entrepreneur yang mengkompori karyawan untuk keluar kerja. Padahal, kalau dipikir jika tidak ada karyawan, mana mungkin ada juragan? Nggak mungkin perusahaan bisa survive tanpa kehadiran karyawan.

Menengah-nengahi dari kedua buku di atas adalah buku tulisan Edy Zaques berjudul Orang Gajian Bisa Kaya. Juga buku yang ditulis karyawan sukses Masbukin Pradana berjudul Cara Brilian Menjadi Karyawan Beromzet Milyaran. Meskipun sekarang ini Masbukin sudah tidak lagi menjadi karyawan dan memilih menjadi juragan, tetapi dia masih menoleransi pekerjaan karyawan. Justru dari bukunya itu memberi dorongan kepada karyawan untuk tetap bekerja sambil berusaha menjalani profesi barunya sebagai pengusaha. Jika sudah benar-benar mapan, dia bisa beralih profesi menjadi boss selamanya. Dengan kata lain, Merubah Jongos Menjadi Boss.