Perhelatan Pesta Buku Jakarta semakin hari kian meriah. Banjir buku dengan beraneka tema mewarnai pameran buku yang diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta pada 28 Juni sampai 6 Juli 2008 ini. Buku-buku bertemakan wanita, keluarga, sampai novel dan buku anak meramaikan suasana.
Salah satu yang menarik pada pesta buku kali ini adalah hadirnya buku-buku tentang percintaan ala Kamasutra. Uniknya lagi, yang menerbitkan adalah penerbit buku Islam yang selama ini kerap mengenalkan indahnya Islam kepada masyarakat.
Tercatat Pena Pundi Aksara mengeluarkan buku Arabic Kamasutra. Dengan menggelar stand khusus yang dinamai Stand Kamasutra, tampaknya Pena ingin menarik segmen pembeli dewasa dan butuh suasana “bercinta”. Nampak sekali penataan yang artistik, mulai dari penampilan SPG-nya yang ramah dengan bergaunkan merah pink (meskipun memakai jilbab tapi tidak meninggalkan kesan seksi), juga bilik konsultasi dewasa yang dilapisi selambu merah yang mengesankan suasana bercinta.
Serambi juga tidak mau kalah. Penerbit yang berslogan “Hanya menerbitkan buku” itu mengeluarkan buku yang berjudul “Kamasutra Arab”. Buku karangan ulama Timur Tengah Muhammad Al-Nafwazi ini diluncurkan seakan-akan ingin menghapuskan imej tema seks yang sementara ini tabu untuk dibicarakan.
Sementara Pustaka Al-Kautsar juga mengeluarkan buku dengan tema seks, yaitu “Hidup Sehat dengan Seks Halal”. Meskipun isinya tidak seheboh Kamasutra Arab, namun jalan cerita seputara hubungan suami istri dengan setting padang pasir mewarnai buku ini. Salah satunya dikisahkan betapa para perempuan Irak mengalami frigiditas dan keengganan melakukan hubungan seks dikarenakan ketika melakukan hubungan itu dengan suaminya, dia mendengar tembakan yang keras sekali hingga tubuhnya bergetar dan tidak punya gairah lagi.
Melihat fenomena seperti ini, sepertinya penerbit Islam sudah mulai merambah hal-hal yang sementara ini masih dianggap sensitif dan tabu untuk dibicarakan. Jadi, bagaimana tanggapan masyarakat perihal penerbit Islam yang mengeluarkan buku bertema seks, ya …. sutralah.
Juli 3, 2008 at 2:28 pm
Oke. Semoga semuanya dalam arus dinamika tema perbukuan yang ilmiah dan bermartabat. Tidak sekadar mengeruk uang dengan dalih mencerdaskan bangsa, lewat buku.
Juli 4, 2008 at 8:29 am
@ Muslich
Ini artinya dunia perbukuan Islam sudah mulai terbuka dengan kondisi riil masyarakat.
Juli 10, 2008 at 11:43 pm
KUpikir orang juga perlu tahu dunia percintaan Muhammad dengan Ai’syah anak umur 6 tahun sesuatu yg normal ga? Dan apa perbuatan spt itu bermoral? Rakyat perlu tahu shg dpt menilai itu sebagia sesuatu yg tdk benar menurut hukum, moral, tdk saja benar krn berkedok allah.
Juli 11, 2008 at 8:18 am
@ Sang
Meluruskan apa yang dikatakan “Sang” Nabi Muhammad menikah dengan Aisyah yang berumur 6 tahun, tetapi baru berhubungan badan setelah Aisyah berumur 9 tahun. Wanita 9 tahun pada waktu itu sudah besar. Masih ingat, nenek kita yang baru 12 tahun sudah melahirkan?
Tapi saya bisa memahami bahwa memang orang-orang kristen sangat marah terhadap umat Islam dan salah satunya adalah komentar dari “Sang”. Karena memang doktrin dari gereja adalah menghancurkan seluruh agama selain agama kristiani.
Sungguh naif sekali.