Sudah sering kita mendengar, membaca dan mengikuti acara resensi buku, bedah buku atau dalam bahasa Inggrisnya a book review/a book report. Penulis lebih enak memakai istilah resensi buku daripada bedah buku. Penulis sudah berusaha mencari istilah resensi/bedah buku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru terbitan Balai Pustaka, tapi tidak menemukan. Secara sederhana, menurut penulis, resensi buku adalah mengungkapkan kembali isi suatu buku secara ringkas/garis besar dengan tambahan saran berupa kekurangan dan kelebihan buku tersebut menurut aturan yang ditentukan. Manfaat terbesar kita membuat resensi adalah mengasah intelektual dan memahami isi buku secara mendalam, sehingga sulit terlupakan. Marilah kita bahas tentang resensi buku, manfaat dan cara membuatnya.

Manfaat Membuat Resensi Buku :
1) Manfaat pertama jelas mengasah intelektual, karena dengan me-resensi kita dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan buku tersebut, sekaligus memberi masukan. Kita dapat membandingkan dengan teori atau wacana yang diungkapkan oleh penulis buku yang kita resensi dengan teori yang diungkapkan penulis lain dari buku lain.
2) Memahami secara mendalam isi buku yang kita resensi, sehingga tidak mudah lupa dan dapat sebagai bahan diskusi.
3) Mendapat uang, jika resensi buku yang kita buat dimuat di koran atau majalah. Mau tahu berapa fee yang kita peroleh? Dari koran lokal Jogja seperti KR mendapat 50 ribu, ditambah dari penerbit yang memberikan uang atau buku terbaru. Koran nasional, seperti Media Indonesia 150 ribu, Seputar Indonesia (Sindo) 100 ribu. Dari penerbit buku, GIP dan MIZAN 150-250 ribu. Kita dapat meminta minimal 3 buku terbaru dari penerbit yang tidak mau memberikan fee. Belum lagi jika kita mengirim ke jurnal ilmiah dalam negeri atau luar negeri/internasional.
4) Jika produktif menulis resensi buku dan dimuat di koran, kita akan dikenal oleh penerbit buku, sehingga akan diminta penerbit merensensi buku yang akan dicetak. Jelas dapat fee dan dapat untuk hidup atau membayar SPP, seperti yang dilakukan teman-teman penulis muda KUTUB dari ponpes Hasyim Asy’ari, Krapyak.

Sumber : Forum Remaja Masjid Yogyakarta

About these ads